Routing sheet atau lembar pengurutan merupakan lembar kerja yang
digunakan untuk mengidentifikasi efisiensi kebutuhan mesin berdasarkan urutan
mesin yang digunakan selama proses operasi tiap komponen
(Apple,1990).
Merencanakan
tata letak fasilitas dan pemindahan adalah pembuatan Routing Sheet. Routing
Sheet berguna untuk menghitung jumlah mesin yang dibutuhkan dan untuk
menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah
produk jadi yang diinginkan. Peta ini akan menyimpulkan langkah-langkah operasi
yang diperlukan untuk merubah bahan baku menjadi produk jadi yang dikehendaki,
di mana untuk itu beberapa informasi harus menyertai di dalam langkah ini,
yaitu sebagai berikut (Wignjosoebroto, 2009):
1. Nama dan nomor komponen yang akan
dibuat.
2. Nomor gambar kerja dari komponen
tersebut.
3. Macam operasi kerja dan nomor
operasinya.
4. Mesin atau peralatan produksi yang
dipakai.
5. Waktu standar yang ditetapkan untuk
masing-masing operasi kerja. Sedangkan
Multi product process chart (MPPC) merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah
proses yang akan dialami oleh bahan, baik koponen utama, maupun komponen
tambahan, seperti urutan-urutan operasi, pemeriksaan dan penyimpanan
(Apple,1990).
Apabila didefinisikan MPPC merupakan suatu diagram yang
menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan, baik bahan
baku maupun bahan tambahan, seperti urutan-urutan operasi, pemeriksaan dan
penyimpanan, serta dalam menggambarkannya dipisahkan antara Rough Lumber,
pabrikasi dan Assembling, atau dapat di katakan MPPC adalah suatu peta yang
menggambarkan jumlah pemakaian kebutuhan mesin dari Routing Sheet Kegunaan MPPC
ialah menunjukan keterkaitan produksi antar komponen produk, bahan, bagian,
pekerjaan atau kegiatan dan dapat juga untuk menganalisis dan merencanakan
aliran barang dalam pabrik yang sudah berdiri maupun bagi perencanaan proyek
baru. Untuk melakukan analisa material handling dan terjadinya “aliran balik”
(back tracking) sebagai konsekuensi dari tipikal process layout, maka selain
penggambaran peta proses produk banyak ini juga perlu diikuti dengan pembuatan
travel chart ataupun from-to chart. Detail teknis pembuatan dan analisa dari
kedua peta tersebut dapat dilihat dalam permasalahan tata letak fasilitas
produksi, (Wignjosoebroto, 2009).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar