Selasa, 19 Mei 2020

Routing Sheet


Routing sheet atau lembar pengurutan merupakan lembar kerja yang digunakan untuk mengidentifikasi efisiensi kebutuhan mesin berdasarkan urutan mesin yang digunakan selama proses operasi tiap komponen (Apple,1990). Merencanakan tata letak fasilitas dan pemindahan adalah pembuatan Routing Sheet. Routing Sheet berguna untuk menghitung jumlah mesin yang dibutuhkan dan untuk menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. Peta ini akan menyimpulkan langkah-langkah operasi yang diperlukan untuk merubah bahan baku menjadi produk jadi yang dikehendaki, di mana untuk itu beberapa informasi harus menyertai di dalam langkah ini, yaitu sebagai berikut (Wignjosoebroto, 2009):
1. Nama dan nomor komponen yang akan dibuat.
2. Nomor gambar kerja dari komponen tersebut.
3. Macam operasi kerja dan nomor operasinya.
4. Mesin atau peralatan produksi yang dipakai.
5.  Waktu standar yang ditetapkan untuk masing-masing operasi kerja.        Sedangkan Multi product process chart (MPPC) merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan, baik koponen utama, maupun komponen tambahan, seperti urutan-urutan operasi, pemeriksaan dan penyimpanan (Apple,1990).
     Apabila didefinisikan MPPC merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan, baik bahan baku maupun bahan tambahan, seperti urutan-urutan operasi, pemeriksaan dan penyimpanan, serta dalam menggambarkannya dipisahkan antara Rough Lumber, pabrikasi dan Assembling, atau dapat di katakan MPPC adalah suatu peta yang menggambarkan jumlah pemakaian kebutuhan mesin dari Routing Sheet Kegunaan MPPC ialah menunjukan keterkaitan produksi antar komponen produk, bahan, bagian, pekerjaan atau kegiatan dan dapat juga untuk menganalisis dan merencanakan aliran barang dalam pabrik yang sudah berdiri maupun bagi perencanaan proyek baru. Untuk melakukan analisa material handling dan terjadinya “aliran balik” (back tracking) sebagai konsekuensi dari tipikal process layout, maka selain penggambaran peta proses produk banyak ini juga perlu diikuti dengan pembuatan travel chart ataupun from-to chart. Detail teknis pembuatan dan analisa dari kedua peta tersebut dapat dilihat dalam permasalahan tata letak fasilitas produksi, (Wignjosoebroto, 2009).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar