Selasa, 19 Mei 2020

Biaya Penanganan Material

              Biaya penanganan material merupakan suatu biaya yang timbul akibat adanya aktivitas material dari satu mesin ke mesin lain atau dari satu departemen ke departemen lain yang besarnya ditentukan sampai pada suatu tertentu (Sutalaksana, 1997). Tujuan utama biaya penanganan material adalah mengetahui cara terbaik dalam memindahkan material serta mengurangi biaya. Aliran yang dialami oleh bahan dari departemen pertama yaitu gudang bahan baku (receiving) menuju departemen terakhir yaitu gudang produk jadi (shipping). Aliran pertama dimulai dari departemen gudang bahan baku (receiving) menuju setiap departemen yang ada seperti departemen fabrikasi, pemotongan, perakitan, penghalusan, pengecatan, pengemasan dan menuju departemen terakhir departemen gudang produk jadi (shipping). Selain itu terdapat pula aliran pemindahan bahan dari receiving langsung menuju ke meja perakitan, meja pengecatan dan meja pengemasan. Hal tersebut dilakukan pada saat pemindahan komponen tambahan paku, gantungan, cermin, lem menuju ke meja perakitan, kemudian cat menuju  ke meja pengacatan dan kardus menuju ke meja pengemasan.            Perhitungan biaya penanganan material dimulai dengan menentukan biaya penanganan material per meter dari alat angkut yang digunakan. Biaya penanganan material per meter untuk setiap jenis alat angkut memiliki nilai yang berbeda. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan spesifikasi dari masing-masing alat yang menyebabkan berbedanya biaya operasi dan perawatan yang dibutuhkan selama penggunaan alat angkut tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar