Biaya
penanganan material merupakan suatu biaya yang timbul akibat adanya aktivitas material
dari satu mesin ke mesin lain atau dari satu departemen ke departemen lain yang
besarnya ditentukan sampai pada suatu tertentu (Sutalaksana, 1997). Tujuan
utama biaya penanganan materialadalah
mengetahui cara terbaik dalam memindahkan material serta mengurangi biaya. Aliran yang dialami
oleh bahan dari departemen pertama yaitu gudang bahan baku (receiving) menuju departemen terakhir
yaitu gudang produk jadi (shipping).
Aliran pertama dimulai dari departemen gudang bahan baku (receiving) menuju setiap departemen yang ada seperti departemen
fabrikasi, pemotongan,
perakitan, penghalusan, pengecatan, pengemasan dan menuju departemen
terakhir departemen gudang produk jadi (shipping).
Selain itu terdapat pula aliran pemindahan bahan dari receiving langsung menuju ke meja perakitan, meja pengecatandan meja pengemasan. Hal tersebut
dilakukan pada saat pemindahan komponen tambahan paku, gantungan, cermin, lemmenujuke meja perakitan, kemudian cat
menuju ke meja pengacatan dan kardus menuju ke meja
pengemasan.Perhitungan
biaya penanganan material dimulai dengan menentukan biaya penanganan material
per meter dari alat angkut yang digunakan. Biaya penanganan material per meter
untuk setiap jenis alat angkut memiliki nilai yang berbeda. Hal tersebut
disebabkan oleh perbedaan spesifikasi dari masing-masing alat yang menyebabkan
berbedanya biaya operasi dan perawatan yang dibutuhkan selama penggunaan alat
angkut tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar