Standar biaya adalah harga satuan unit
biaya yang berlaku pada masing-masing wilayah atau daerah. Penetapan standar
biaya akan membantu penyusunan anggaran belanja suatu program atau kegiatan
bagi Daerah yang bersangkutan. Pengembangan standar biaya harus dilakukan
secara terus-menerus sesuai dengan perubahan harga yang berlaku di
masing-masing wilayah atau daerah tersebut.
Evaluasi
kinerja merupakan suatu hal yang penting dalam manajemen kinerja, karena
evaluasi kinerja merupakan proses penilaian secara sistematis terhadap
keberhasilan dan/atau kegagalan suatu kebijakan atau program dalam pencapaian
tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi kinerja bermanfaat
sebagai sumber informasi dalam pengambilan keputusan untuk melanjutkan,
melakukan perbaikan, ataupun menghentikan suatu kebijakan, program dan kegiatan
pembangunan.
Evaluasi kinerja memiliki karakteristik
khusus, yaitu:
a.
Evaluasi kinerja menekankan pada
penilaian terhadap dampak suatu kebijakan, program, kegiatan, dan tata cara
untuk melakukan penilaian terhadap tujuan dan sasaran kebijakan dan program.
b.
Evaluasi kinerja menekankan keterkaitan
antara pencapaian tujuan dan sasaran dengan fakta. Hal ini berarti bahwa
pengukuran kinerja suatu kebijakan, program, dan kegiatan tidak hanya memperhitungkan
persepsi seseorang, kelompok masyarakat atau seluruh masyarakat terhadap
manfaat kebijakan, program, dan kegiatan tersebut, tetapi perlu didukung oleh
bukti nyata bahwa dampak yang timbul merupakan konsekuensi dari hasil
serangkaian tindakan yang dilakukan dalam pelaksanaan kebijakan, program, dan
kegiatan.
c.
Evaluasi kinerja berorientasi pada
kinerja saat ini dibandingkan dengan kinerja masa lalu. Dengan kata lain,
evaluasi kinerja bersifat retrospektif terhadap kinerja saat ini atas
pelaksanaan kegiatan (ex post). Hasil evaluasi kinerja berupa rekomendasi yang
bersifat prospektif untuk perbaikan kebijakan di masa depan dan sebelum
tindakan di masa depan dilakukan (ex ante).
d.
Evaluasi kinerja dipandang sebagai
tujuan dan sekaligus cara untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan secara
menyeluruh. Evaluasi kinerja terhadap suatu kebijakan atau program seringkali
sangat krusial dan menentukan pelaksanaan kebijakan atau program lainnya.
Ukuran-ukuran untuk menilai dan
meningkatkan kinerja organisasi secara cepat dan komprehensif harus dibatasi
jumlahnya. Pemilihan atas ukuran kinerja organisasi akan menghasilkan kerangka
kerja pengukuran yang berbeda-beda. Umumnya, ukuran kinerja dapat dikelompokkan
ke dalam satu dari enam kategori berikut ini, yaitu:
a.
Efektif, Indikator ini mengukur
tingkat kesesuaian output yang dihasilkan dalam mencapai sesuatu yang
diinginkan.
b.
Efisien, Indikator ini mengukur tingkat
kesesuaian proses menghasilkan output dengan biaya serendah mungkin.
c.
Kualitas, Indikator ini mengukur tingkat
kesesuaian antara produk atau jasa yang dihasilkan dengan kebutuhan dan harapan
konsumen.
d.
Produktivitas, Indikator ini
mengukur tingkat produktivitas (kemampuan untuk menghasilkan nilai tambah)
suatu organisasi.
e.
Ketepatan Waktu, Indikator ini
untuk mengukur apakah suatu pekerjaan dapat diselesaikan sesuai waktu yang
ditentukan.
f.
Keselamatan, Indikator ini mengukur
kesehatan organisasi secara keseluruhan serta lingkungan para pegawai ditinjau
dari aspek keselamatan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar