Minggu, 12 Januari 2020

Learn About Islam


Islam is a religion that is blessed by Allah swt and it is called rahmatan lil ' alamin, meaning that Islam is a religion that brings grace and well-being for all throughout the universe.
The following is the interpretation of rahmatan lil ' alamin found in the Quran Sura Al-Anbiya ' verse 107, as interpreted in Sunnah by Ibn Katheer in the book:
وَمَآ أَرْسَلْنَـكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِّلْعَـلَمِينَ
We sent thee not save as a mercy for the peoples." (QS Al Anbiya ': 107)
Islam teaches us to reconcile, and tolerate to all people from different tribes, races and religions. Islam forbids us to be arbitrary against fellow beings.
In Sura Ibrahim it is explained in the following way:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّواْ قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ – جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ

 Hast thou not seen those who gave the grace of Allah in exchange for thanklessness and led their people down to the Abode of Loss, (Even to) hell? They are exposed thereto. A hapless end!”  (QS. Ibrahim:28-29)

Islam has been revealed by Allah swt with Quranic guidance. The Qur'an is used as a guide for Muslims. As God has given us, we should read the Qur'an and also practice it in daily existence. Al-Quran is a form of the form of love of Allah swt to his servant, Al-Quran is like a love letter that Allah has given to Muslims. Al-Quran has 114 letters and 30 Juz.

The Qur'an descends through two periods named the Mecca period and the second period of Medina. Thus in the Qur'an there are several letters divided according to the descent in Mecca and in Medina.

Among the words of Allah swt:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

“This Qur’an guideth unto that which is straightest, and giveth tidings unto the believers who do good works that theirs will be a great reward” (QS. Al Isra : 9)
In Islam, we are also ordered to perform the mandatory five-time prayer, consisting of the Fajr, Zhur, Asr, Magrib and Isha. Under no circumstances should Muslims be enjoined to perform prayers. Even if the people do a world disobedience should be for obligatory prayers. There is no reason not to perform the obligatory prayers.
Therefore, those who abandon prayers include the mujrims who are entitled to go to hell saqor. Allah Ta'ala says:

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ (47) يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ (48)

 

“The guilty are in error and madness. On the day when they are dragged into the Fire upon their faces (it is said unto them): Feel the touch of hell.” (QS. Al Qomar [54] : 47-48)

Not only obligatory prayers, in Islam there are also sunna prayers, one of which tahajud prayers that should be held at night and first have to sleep and wake up at night.

Every year Islam is obliged to observe fasting for a whole month where the month is called Ramadan. Ummah required to fast in order to get a lot of teaching after we fasted a full month. There is a proposition that explains about worship in the month of Ramadan, which is fasting:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"O believers, you all obligated to fast as has been obligatory to those before you, that you are cautious."

To summarize, Islam teaches its people to do good in the world. Do not let the people drift away with the glitter of life in a mortal World because the people only live temporarily. While the people will live eternally in the afterlife, in accordance with the nature that has been done during his lifetime.


Minggu, 27 Oktober 2019

EKSPOSISI (MANFAAT INTERNET BAGI DUNIA PENDIDIKAN)


Sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan (di seluruh dunia) adalah akses kepada sumber informasi. Adanya Internet memungkinkan dunia pendidikan untuk mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak.
Manfaat Internet sekarang sudah dapat dirasakan oleh berbagai kalangan. Manfaat Internet sebagai salah satu media terbesar di dunia bisa digunakan sebagai pendoronga majunya pendidikan masa depan.
Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Adadua peranan internet yang sangat penting, yakni:
 (1) sebagai sumber data dan informasi
Sebagai sumber informasi, internet menyimpan berbagai jenis sumber informasi dalam jumlah yang tidak terbatas. Bidang apa pun yang diminati, pasti ada informasi di Internet. Ini dapat digunakan siswa untuk mencari bahan ajar dalam pembelajaran di sekolah. Bagi siswa yang kurang mampu, ini sangat memudahkannya dalam mencari bahan ajar karena siswa tidak perlu lagi untuk membeli buku.
 (2) sarana pertukaran data dan informasi.
 Internet dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi dari satu komputer ke komputer lain, tanpa dibatasi oleh jarak fisik ke dua komputer tersebut. Dua komputer yang sama-sama terhubung ke internet dapat saling berkomunikasi satu sama lain, atau mempertukarkan data dan informasi. Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain..

Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu
a. Sebagai media interpersonal dan massa;
b. Bersifat interaktif,
c. Memungkinkan komunikasi secara bebas.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer atau pelengkap.
Selain itu manfaat yang ditimbulkan dari kehadiran internet bagi pendidikan antara lain :
1.     Mempercepat dan mempermudah alih ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.     Proses pembelajaran lebih menarik. Melalui internet pembelajaran tidak monoton dan jenuh karena dalam internet ada hal-hal baru yang variatif dan inovatif.
3.      Mendorong siswa untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan dan informasi.   
4.      Mempermudah penjelasan konsep. Selama ini dalam materi atau bahan pelajaran disampaikan melalui metode ceramah. Dengan adanya internet, guru bisa menyampaikan konsep atau materi secara audiovisual. Pelajaran lebih nyata dan jelas, sehingga mempermudah pemahaman siswa. Hal ini dapat menghindari kebingungan pada diri siswa saat proses pembelajaran berlangsung.
5.      Pembelajaran lebih konseptual dan up to date (aktual).
6.     Sebagai perpustakaan elektronik.
7.     Mempercepat dan mempermudah komunikasi edukatif antara guru dengan siswa.

Kura-kura & Kelinci Yang Bermimpi


kelinci-kura2.jpg.gif 














            Keindahan Tuhan tiada batasnya. Semuanya sangat indah, salah satunya si rona merah dan oranye yang menghiasi langit saat petang hari. 
            “Indah sekali gambar sunset ini ya” Kura tersenyum lebar
            “Iya, bagus banget. Aku sampai ngga kedip lihatnya” Lici mulai memperhatikan gambar sunset itu
            “Ci aku ingin sekali bertemu sunset. Tapi kapan ya?”
            “Kura, kalau kamu yakin. Suatu saat pasti akan bertemu kok”
            “Sedang membicarakan apa sih kalian?” Sipushi menoleh ke arah Kura dan Lici. Ia melihat selembar gambar sunset.
            “Engga apa-apa kok. Kita hanya sedang melihat gambar ini” jawab Kura
            “Haha ternyata ada kura-kura dan kelinci yang sedang bermimpi untuk bertemu sunset ya? Mustahil. Duo K alias kedengkik dan kusam” ledek Sipushi
            “Dasar kucing sombong. Belaga ya kamu !!” Lici terbawa emosi
            Sipushi menghiraukan dan pergi berlalu sambil berkacak pinggang.

***
            “Oh Tuhan aku ingin bertemu dengan sunset” bisik Kura dalam hatinya
Tiba-tiba saja Ibu Kura datang menghampiri Kura yang sedang melamun.
            “Kau kenapa nak? Sedang melamunkan apa?” tanyanya
            “Tidak mak. Aku hanya sedang berharap bisa bertemu sunset”
            “Kau ini ada-ada saja. Mana mungkin bisa kau melihat sunset. Dia kan berada di dekat pantai, kita hanya tinggal di sebuah pinggiran sungai yang kumuh” nasihat ibu kura
            Kura pun menunduduk, air matanya jatuh ke dasar tanah. Dia menyadari bahwa hidupnya bukan di sebuah pantai yang indah. Dimana sunset selalu mengenggelamkan tubuhnya.
            “Kuraaaa main yuk, kita berkeliling daerah sini. Aku bosan di rumah terus” Lici berteriak memanggil nama Kura
            Sambil menyeka air matanya Kura keluar menemui Lici
            “Boleh. Mau main kemana?”
            “Kita ke taman Biangkara saja. Sambil mengobrol”
            Di perjalanan, Kura hanya terdiam saja daritadi. Padahal Lici tiada hentinya bercerita tentang kekesalannya pada Sipushi yang selalu saja menganggap dirinya dan Kura itu rendah dan tidak pantas untuk bertemu dengan Sunset.
            “Hei are you okey Kura?”
            “Hmm yes. I’m okey”
            “Kita ke dekat perahu itu aja” Lici menunjuk Perahu yang sedang berada di sungai dekat taman Biangkara.
            Saat Kura dan Lici sedang duduk di perahu itu, mendadak perahu itu berbicara kepada mereka
            “Selamat sore anak-anak manis” sapa sang perahu tua itu
            “Sore jugaa pak perahu. Apakah anda memiliki keahlian khusus untuk berbicara?” wajah Lici seperti orang kebingungan
            “Tidak nak. Aku datang ke sini sengaja untuk mengajak kalian bertemu dengan Sunset. Aku tahu kalian sangat suka sunset, tetapi kalian tidak tahu bagaimana caranya kan?”
            “Iya pak. Benar bapak bisa membawa kami bertemu dengan Sunset?” Kura yang tadinya diam, setelah mendengar Sunset langsung semangat
            Kura dan Lici pun menuruti perkataan pak Perahu untuk terus mendayung ke arah Barat. Sebuah keajaiban, dari perjalanan mereka yang tadinya berada di sungai kini sudah berada di lautan. Tempat sunset akan tenggelam. Mereka mendayung pak Perahu lagi untuk sampai di tepi Pantai.
            “Kita sudah sampai. Horeeee akhirnya aku bisa bertemu Sunset” Kura bersorak kegirangan
            “Coba kalian hening, lihat ke depan sana” perintah pak Perahu
            Langit yang tampak indah, yang mulanya berwarna biru kini mulai berganti menjadi warna jingga. Matahari itu... mulai bersembunyi. Tidak salah lagi itu Sunsetnya. Terpancar di wajah Kura dan Lici rasa kebahagian, dan keharuan. Dimana titik perjuangan mereka telah sampai pada akhir. Ini akhir cerita impian Kura dan Lici. Semua usaha dan cemooh yang mereka dapatkan kini mendapat balasan.
            “Lici... aku ingin seperti sunset di petang hari, tetap memberikan keindahan pada semua manusia yang melihatnya. Memberi kesan yang indah pada mereka yang mengenalku” Kura menggenggam tangan Lici
            “Iya ra. Aku juga” tersenyum dengan bibir tipisnya
            “Makasih pak Perahu” Kura dan Lici memeluk dan mengucapkan terima kasih pada Pak Perahu di temani dengan burung-burung yang beterbangan di langit dan tentunya SUNSET.
















Senin, 08 Oktober 2018

Metode Penelitian


A.              Pengertian Metode Penelitian
Metode penelitian atau metode ilmiah adalah prosedur atau langkah-langkah dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu, jadi metode penelitian adalah cara sistematis untuk menyusun ilmu pengetahuan. Sedangkan teknik penelitian adalah cara untuk melaksanakan metode penelitian. Metode penelitian biasanya mengacu pada bentuk-bentuk penelitian.  Menurut Sugiyono “Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisispasi masalah”.
Menurut Sukardi memaparkan bahwa “Metode diartikan sebagai suatu kumpulan dari berbagai cara (yang didasari oleh penalaran dan logika berfikir yang kuat) yang dipergunakan untuk mendekati suatu masalah dengan tujuan untuk memperoleh pengertian-pengertian yang lebih luas mengenai berbagai masalah. Prosedur diartikan sebagai serangkaian petunjuk atau pedoman untuk memulai melaksanakan sesuatu dan teknik diartikan sebagai suatu kumpulan dari prosedur atau pengelompokkan dari berbagai cara untuk melakukan sesuatu”
Metode penelitian merupakan langkah penting untuk memecahkan masalah penelitian. Manfaat yang diperoleh dari metode penelitian, bukan hanya dapat memecahkan berbagai masalah penelitian, namun juga dapat mengembangkan bidang keilmuan yang ditekuni. Selain itu, memperbanyak penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian kuantitatif menekankan pada fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian kuantitatif menurut Sukmadinata (2009) dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.
Metode penelitian yang tergolong ke dalam penelitian kuantitatif bersifat noneksperimental adalah deskriptif, survai, expostfacto, komparatif, korelasional. Penelitian kualitatif menekankan bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpretasikan oleh individu-individu. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan. Paritsipan adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan data, pendapat, pemikiran, persepsinya. Penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan berbagai macam strategi yang bersifat interaktif seperti observasi langsung, observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumen-dokumen, teknik-teknik pelengkap. Penelitian kualitatif memiliki dua tujuan utama yaitu untuk menggambarkan dan mengungkapkan (to describe and explore) dan tujuan yang kedua yaitu menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain).
Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif antara lain pada penelitian kuantitatif terdapat kesenjangan jarak antara peneliti dengan objek yang diteliti, sementara penelitian kualitatif menyatu dengan situasi dan fenomena yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif kegiatan manusia sangat dipengaruhi oleh seting dimana hal tersebut berlangsung. Penelitian kuantitatif memandang peneliti lepas daari situasi yang diteliti.Perbedaan antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif bukan sekedar perbedaan teknis, tetapi juga perbedaan secara mendasar. Keduanya bertolak dari pandangan filsafat yang berbeda tentang kenyataan, memiliki asumsi dan pendekatan yang berbeda pula dalam mengkaji kenyataan.
B.          B.           Fungsi Penelitian 
       Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawababn terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Pemecahan dan jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana hanya dalam penelitian dasar (basic research) dan dapat spesifik seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan (applied research).
1. Mendiskripsikan, memberikan, data atau informasi. Penelitian dengan tugas mendiskripsi gejala dan peristiwa yang terjadi, maupun gejala-gejala yang terjadi disekitar kitaperlu mendapat perhatian dan penanggulangan.gejala dan peristiwa yang terjadi itu ada yang besar dan ada pula yang kecil tetapi, kalau dilihat dari segi perkembangan untuk masa datang perlu mendapat perhatian segera.
2. Menerangkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Penelitian dengan tugas menerangkan. Berbeda dengan penelitian yang menekankan pengungkapan peristiwa apa adanya, maka penelitian dengan tugas menerangkan peristiwa jauh lebih kompleks dan luas. Dapat dilihat dari hubungan suatu dengan hubungan yang lain.
3. Menyusun teori, Penyusunan teori baru memakan waktu yang cukup panjang karena akan menyangkut pembakua dalam berbagai instrumen, prosedur maupun populasi dan sampel.
4. Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksi Suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, informasi yang didapat akan sangat berarti dalam memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi untuk melalui masa berikutnya. Melalui penelitian dikumpulkan data untuk meramalkan beberapa kejadian atau situasi masa yag akan datang.
5. Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi. Melalui penelitian juga dapat dikendalikan peristiwa maupun gejala-gejala. Merancang sedemikian rupa suatu bentuk penelitian untuk mengendalikan peristiwa itu. Perlakuannya disusun dalam rancangan adalah membuat tindakan pengendalian pada variabel lain yang mungkin mempengaruhi peristiwa itu.
C.              Jenis Metode Penelitian
Berbagai jenis metode penelitian terkait dengan banyaknya ragam dan jenis metode penelitian, para ahli telah melakukan pengelompokkan metode penelitian. Berbagai klasifikasi metode penelitian telah diajukan oleh para ahli. Klasifikasi yang disusun oleh satu ahli yang satu kadangkala berbeda dengan yang dibuat oleh ahli lainnya, akan tetapi ada pula yang memberikan klasifikasi metode penelitian yang relatif sama.
Pengelompokkan metode penelitian, kriteria yang dipakai pada umumnya terkait dengan teknik dan prosedur penelitian dari metode penelitian tersebut.     Namun ada juga pengelompokkan yang dibuat berdasarkan pada teknik saja atau prosedur saja. Beberapa klasifikasi yang telah dilakukan, antara lain oleh Crawford pada tahun 1928, yang mengelompokkan metode penelitian ke dalam 14 jenis, yaitu:
(1) Eksperimen
(2) Sejarah;
(3) Psikologis;
(4) Case study;
(5) Survei;
(6) Membuat kurikulum;
(7) Analisis pekerjaan;
(8) Intervie;
(9) Questionair;
(10) Observasi;
(11) Pengukuran;
(12) Statistik, dan
(13) Tabel dan Grafik serta
(14) Teknik perpustakaan.
Pembagian penelitian menurut Crawford ini menggunakan kriteria metode (sejarah, survei, eksperimen, dan sebagainya) dan teknik questionair, interview, dan sebagainya yang tidak dipisahkan olehnya secara jelas antara teknik/ metode dan prosedur. Perkembangan pengklasifikasian metode penelitian terus berkembag. Pada tahun 1914 telah muncul ahli-ahli yang membagi penelitian ke dalam kelompok-kelompok penelitian tertentu. Antara tahun 1914-1931 terdapat empat buah metode favorit, yaitu:
(1) Metode eksperimen;
(2) Metode sejarah;
(3) Metode deskriptif; dan
(4) Metode kuesioner.
Pada tahun 1931, penelitian dikelompokkan atas empat kelompok, yaitu:
(1) Metode sejarah;
(2) Metode ekserimen;
(3) Metode filsafat; dan
(4) Metode deskriptif.
Antara tahun 1932-1938, metode yang banyak digunakan dalam penelitian masih dalam pengelompokkan seperti di atas, hanya saja urutanurutan menurut popularitasnya berubah menjadi:
(1) Metode eksperimen;
(2) Metode sejarah;
(3) Metode deskriptif; dan
(4) Metode filsafat.
Furchan (2004:39) mengelompokkan metode penelitian ke dalam empat kelompok besar, yaitu:
(1) eksperimental;
(2) ex past facto;
(3) deskriptif; dan
(4) historis.
D.              Definisi Metode Deskriptif
Metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Whitney (Nazir, 2005: 54) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Dalam metode deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu, sehingga banyak ahli menamakan metode deskriptif ini dengan nama survey normatif. Dengan metode deskriptif ini jug diselidiki kedudukan fenomena atau faktor dan melihat hubungan antara suatu faktor dengan faktor yang lain. karenanya, metode deskriptif ini juga dinamakan studi kasus (case study).
Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau standarstandar, sehingga penelitian deskriptif ini disebut juga survey normatif. Dalam metode deskriptif dapat diteliti masalah normatif bersama-sama dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandingan-perbandingan antarfenomena. Studi demikian dinamakan secara umum sebagai studi atau penelitian deskriptif. Perspektif waktu yang dijangkau dalam penelitian deskriptif, adalah waktu sekarang, atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.
Jenis-Jenis Penelitian Deskriptif
Menurut Nazir, bila ditinjau dari jenis masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat waktu penelitian dilakukan, penelitian deskriptif dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:
a. Metode Survei, metode survey adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Metode survai membedah dan menguliti serta mengenal masalahmasalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktikpraktik yang sedang berlangsung. Dalam metode survei juga dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pebuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa mendatang. Penyelidikan dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap sejumlah individu atau unit, baik secara sensus atau dengan menggunakan sampel.
b. Metode Deskriptif Berkesinambungan, metode deskriptif berkesinambungan (continuity descriptive research) adalah kerja meneliti secara deskriptif yang dilakukan secara terus-menerus atas suatu objek penelitian. Pengetahuan yang lebih menyeluruh dari masalah serta fenomena dan kekuatan-kekuatan sosial dapat diperoleh jika hubungan-hubungan fenomena dikaji dalam suatu interval perkembangan dalam suatu periode yang lama. Dengan memperlihatkan secara detail perubahan-perubahan yang dinamis dalam suatu interval tertentu, maka generalisasi suatu situasi atau fenomena secara dinamis dapat dibuat. Meneliti yang berkehendak menjangkau informasi faktual yang mendetail secara interval dinamakan penelitian deskriptif berkesinambungan. Jika perhatian dipusatkan pada perubahan-perubahan perilaku atau pandangan, maka teknik dalam meneliti dinamakan teknik panel. Teknik ini berupa wawancara dengan kelompok-kelompok manusia yang sama pada situasi yang berbeda. Informasi yang diinginkan bisa saja kuantitatif, seperti jumlah konsumsi, anggaran belanja keluarga, dan sebagainya.
c. Studi Kasus Maxfield mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan studi kasus atau penelitian kasus subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Subjek penelitian dapat saja berupan individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat. Peneliti ingin mempelajari secara intensif latar belakang serta interaksi lingkungan dari unit-unit sosial yang menjadi subjek. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu, yang kemudian dari sifatsifat khas di atas akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. Pada mulanya studi kasus ini banyak digunakan dalam penelitian obat-obatan dengan tujuan diagnosis, tetapi kemudian penggunaan studi kasus telah meluas sampai ke bidang-bidang lain. Hasil dari penelitian kas terkumpul dan analisis untuk membuat interpretasi serta generalisasi; dan (6) susun laporan dengan memberikan kesimpulan serta implikasi dari hasil penelitian.
d. Studi atau Penelitian Komparatif merupakan penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Dalam studi komparatif ini, memang sulit untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang dijadikan dasar pembanding, sebab penelitian komparatif tidak mempunyai kontrol. Metode penelitian komparatif adalah bersifat ex post facto. Artinya, data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dikumpulkan telah selesai berlangsung.
Peneliti dapat melihat akibat dari suatu fenomena dan menguji hubungan sebab-akibat dari data-data yang tersedia. Adapun langkah-langkah pokok dalam studi komparatif adalah sebagai berikut: (1) rumuskan dan definisikan masalah; (2) jajaki dan teliti literatur yang ada; (3) rumuskan kerangka teoretis dan hipotesis-hipotesis serta asumsi-asumsi yang dipakai; (4) buatlah rencana penelitian, (5) uji hipotesis, buat interpretasi terhadap hubungan dengan teknik statistik yang tepat; (6) buat generalisasi, kesimpulan, serta implikasi kebijakan; dan (7) susun laporan dengan cara penulisan ilmiah. Keunggulan metode ini adalah sebagai berikut: 1) Metode komparatif dapat mensubstitusikan metode eksperimental karena beberapa alasan: a) Jika sukar diadakan kontrol terhadap salah satu faktor yang ingin diketahui atau diselidiki sebab-akibatnya. b) Apabila teknik untuk mengadakan variabel kontrol dapat menghalangi penampilan fenomena secara normal ataupun tidak memungkinkan adanya interaksi secara normal. c) Penggunaan laboratorium untuk penelitian dimungkinkan, baik karena kendala teknik, keuangan, maupun etika dan normal. 2) Dengan adanya teknik yang lebih mutakhir serta alat statistik yang lebih maju, membuat penelitian komparatif dapat mengadakan estimasi terhadap parameter-parameter hubungan kausal secara lebih efektif.
e. Analisis Kerja dan Aktivitas adalah analisis kerja dan aktivitas (job and activity analysis) merupakan peneltian dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki secara terperinci aktivitas dan pekerjaan manusia, dan hasil penelitan tersebut dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk keperluan masa yang akan datang. Dalam penelitian ini, studi yang mendalam dilakukan terhadap kelakuan-kelakuan pekerja, buruh, petani, guru, dan lain-lain terhadap gerak-gerik mereka dalam melaksanakan tugas, penggunaan waktu secara efisien dan efektif, dan sebagainya. Data mengenai hal-hal yang ingin diselidiki, kemudian dianalisis, diberikan interpretasi, dan diadakan generalisasi dalam rangka menetapkan sifat-sifat dan kriteria-kriteria pekerjaan yang baik, rencana upgrading, keseimbangan berusaha dan bekerja serta aktivitas sangat berkembang.
f. Studi Waktu Gerakan Studi gerakan dan waktu (time and motion study) adalah penelitian dengan metode deskriptif yang berusaha untuk menyelidiki efisiensi produksi dengan mengadakan studi yang mendetail tentang penggunaan waktu serta perilaku pekerja dalam proses produksi. Gerak-gerak utama dalam pekerjaan diamati, dicatat, diluksikan serta dianalisis. Generalisasi dan interpretasi tentang waktu yang digunakan serta gerak-gerak utama yang terjadi, sehingga suatu kesimpulan tentang gerak-gerak yang diperlukan dalam pekerjaan, gerak-gerak yang tidak diperlukan yang dapat menghambat serta saran-saran dalam rangka memperbaiki pekerjaan dan menambah efisiensi kerja. Dalam rangka efisiensi, juga perlu dikaji alat-alat produksi yang digunakan, serta bagaimana alat-alat produksi tersebut diatur demi peningkatan efisiensi kerja.
Kriteria Pokok Metode Deskriptif
Menurut Nazir, metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok, yang dapat dibagi atas kriteria umum dan kriteria khusus. Yang termasuk ke dalam kriteria umum adalah:
a. Masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai tambah ilmiah serta tidak terlalu luas.
b. Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum.
c. Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini.
d. Standar yang digunakan untuk memberi perbandingan harus mempunyai validitas.
e. Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.
f. Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan, baik dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta studi kepustakaan yang dilakukan.
Deduksi logis harus jelas hubungannya dengan kerangka teoretis yang digunakan jika kerangka teoretis untuk itu telah dikembangkan. Adapun yang menjadi kriteria khusus adalah sebagai berikut:
a. Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value).
b. Fakta-fakta ataupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status.
c. Sifat penelitian adalah ex post facto, karena itu tidak ada kontrol terhadap variabel, dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manipulasi terhadap variabel. Variabel dilihat sebagaimana adanya.
Langkah-langkah Umum dalam Metode Deskriptif
Dalam melaksanakan penelitian deskriptif, maka langkah-langkah umum yang sering diikuti adalah sebagai berikut:
a. Memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada.
b. Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan. Tujuan dari penelitian harus konsisten dengan rumusan dan definisi dari masalah.
c. Memberikan limitasi dari area atau scope atau sejauh mana penelitian deskriptif tersebut akan dilaksanakan. Termasuk di dalamnya daerah geografis di mana penelitian akan dilakukan, batasan-batasan kronologis, ukuran tentang dalam dangkal, serta seberapa utuh daerah penelitian tersebut akan dijangkau.
 d. Pada bidang ilmu yang telah mempunyai teori-teori yang kuat, maka perlu dirumuskan kerangka teori atau kerangka konseptual yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis-hipotesis untuk diverifikasikan. Bagi ilmu sosial yang telah berkembang baik, maka kerangka analisis dapat dijabarkan dalam bentuk-bentuk model matematika.
e. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan.
f. Merumuskan hipotesis-hipotesis yang ingin diuji, baik secara eksplisit maupun secara implisit.
g. Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data, gunakan teknik pengumpulan data yang cocok untuk penelitian.
h. Membuat tabulasi serta analisis statistik dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan. Kurangi penggunaan statistik sampai kepada batasbatas yang dapat dikerjakan dengan unit-unit pengukuran yang sepadan.
i. Memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi sosial yang ingin diselidiki serta dari data yang diperoleh serta referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan.
j. Mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesishipotesis yang ingin diuji. Berikan rekomendasi-rekomendasi untuk kebijakan-kebijakan yang dapat ditarik dari penelitian.
k. Membuat laporan penelitian dengan cara ilmiah.
E.               Metode Grounded Research
Metode penelitian ini dicetuskan oleh Glasser dan Strauss (1967). Penelitian ini lawan dari penelitian secara verifikasi. Nazir (2005: 74) menyatakan bahwa grounded research adalah suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisis perbandingan bertujuan mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori, dan mengembangkan teori di mana pengumpulan data dan analisis data berjalan pada waktu yang bersamaan. Berdasarkan definisi di atas diketahui bahwa metode yang digunakan dalam grounded research adalah reaksi terhadap metode penelitian yang asasnya verifikasi teori. Dalam grounded research, data merupakan sumber teori, dan teori disebut grounded karena teori tersebut berdasarkan data. Adapun yang menjadi tujuan grounded research adalah untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapakn konsep-konsep, membuktikan teori, dan mengembangkan teori.
Ciri-Ciri Grounded Research Metode
Penelitian ini memiliki ciri tersendiri. Adapun ciri yang paling utama dari grounded research adalah menggunakan data sebagai sumber teori, sehingga teori yang dibangun hanya berdasarkan logika tidak ada tempatnya dalam penganut grounded research. Ciri lain dari grounded research adalah menonjolnya peranan data dalam penelitian. Data merupakan sumber dari teori dan hipotesis. Dalam grounded research, yang menjadi dasar analisis adalah sifat-sifat yang ditemukan, yang mana sifat-sifat penting untuk membedakan satu dengan yang lain dikelompokkan dalam kategori. Dalam grounded research, kategori adalah konsep-konsep berdasarkan hasil perbandingan data. Kategori merupakan suatu konsep yang dapat digunakan untuk menegaskan perbedaan dan persamaan dari apa yang diperbandingkan. Kategori dan sifat-sifat tersebut merupakan dasar utaman analisis dalam grounded research.
Langkah-langkah Grounded Research
Adapun langkah-langkah yang ang harus dilaksanakan dalam grounded research adalah sebagai berikut:
a. Menentukan masalah yang diteliti;
b. Mengumpulkan data yang dibutuhkan;
c. Menganalisis dan menjelaskan data yang terkumpul.
d. Membuat laporan penelitian
F.               Metode Eksperimental
Eksperimen merupakan observasi di bawah kondisi buatan (artifical condition) dimana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti. Dengan demikian, penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol. Metode eksperimen sering dilakukan dalam penelitian ilmu-ilmu eksakta. Walaupun demikian, penggunaan metode eksperimen di dalam ilmu-ilmu sosial, akhir-akhir ini semakin banyak yang menggunakan. Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab-akibat berapa besar hubungan sebab-akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menyediakan kontrol untuk perbandingan.
Penelitian eksperimental dapat mengubah teori-teori yang telah uang. Percobaan-percobaan dilakukan untuk menguji hipotesis serta untuk menemukan hubungan-hubungan kausal yang baru. Akan tetapi, walaupun hipotesis telah dapat diuji dengan metode percobaan, tetapi penerimaan atau penolakan hipotesis bukanlah merupakan penemuan suatu kebenaran yang mutlak.
Kriteria Umum Metode Eksperimen
Pada dasarnya, kriteria umum dari metode eksperimental tidak jauh dengan metode penelitian yang lainnya. Beberapa kriteria penting yang terdapat dalam metode eksperimental yaitu:
a. Masalah yang dipilih harus masalah yang penting dan dapat dipecahkan.
b. Faktor-faktor serta variabel dalam percobaan harus didefinisikan seterang-terangnya.
c. Percobaan harus dilaksanakan dengan desain percobaan yang cocok, sehingga maksimisasi variabel perlakuan dalam meminimisasikan variabel pengganggu dan variabel random.
d. Ketelitian dalam observasi serta ketepatan ukuran sangat diperlukan.
e. Metode, material, serta referensi yang digunakan dalam penelitian harus dilukiskan seterang-terangnya karena kemungkinan pengulangan percobaan ataupun penggunaan metode dan material untuk percobaan lain dalam bidang yang serupa.
f. Interpretasi serta uji statistik harus dinyatakan dalam beda signifikan dari parameter-parameter yang dicari atau yang diestimasikan.
Merencanakan Percobaan
Setiap percobaan yang dilakukan harus direncanakan sebaik mungkin, sehingga dalam pelaksanaan percobaan sudah ada garis pembatas yang nyata tentang apa yang akan dikerjakan dan apa yang tidak boleh dikerjakan. Terdapat langkah penting yang diperlukan dalam percobaan yang harus jelas diberikan, yaitu:
1) Rumusan masalah serta pernyataan tentang tujuan percobaan atau penelitian.
2) Gambaran dari percobaan yang akan dilakukan, termasuk tentang besarnya percobaan, jumlah dan jenis perlakuan, material yang dipakai dan sebagainya.
3) Outline dari penganalisisan yang akan dikerjakan.
Masalah harus dirumuskan dan dijabarkan dalam pernyataanpernyataan tentang tujuan percobaan. Kegunaan percobaan harus dinyatakan secara spesifik.


G.              Metode Historis
Menurut Kuntowijoyo metode historis merupakan prosedur pemecahan masalah dengan menggunakan data masa lalu atau peninggalan-peninggalan masa lalu untuk memahami kejadian atau suatu keadaan yang berlangsung pada masa lalu. Hasil dari penelitian historis dapat dipergunakan untuk meramalkan kejadian atau keadaan masa yang akan datang. Metode Historis lebih memusatkan pada data masa lalu berupa peninggalan atau artefak, dokumen, arsip, dan tempat-tempat yang dianggap keramat. Tujuan penelitian historis adalah membuat rekontruksi masa lampau secara objektif, dan sistematis dengan mengumpulkan, memverifikasikan, menginterpretasi, mensintesa dan menuliskan menjadi kisah sejarah.
Langkah-langkah atau cara kerja sejarawan dalam penelitian Historis, yaitu sebagai berikut :
1. Pengumpulan objek yang berasal dari suatu zaman dan pengumpulan bahan-bahan tertulis dan lisan yang relevan ( Heuristik )
2. Menyingkirkan bahan-bahan yang tidak otentik ( Kritik Sumber/verifikasi ) 18
3. Menyimpulkan kesaksian yang dapat dipercaya berdasarkan bahan-bahan yang otentik ( Interpretasi )
4. Penyusunan kesaksian dan bukti-bukti yang dapat dipercaya menjadi suatu kisah atau tulisan bersejarah.
Kuntowijoyo membagi penelitian Historis menjadi empat tahapan meliputi :
1. Heuristik, yaitu mencari dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah yang diperlukan. Sumber sejarah dapat berupa sumber tulisan, lisan, audio visual, primer dan sekunder.
2. Kritik/verifikasi, yaitu melakukan seleksi terhadap sumber-sumber sejarah yang telah ditemukan. Kritik sejarah dapat berupa otensitas atau keaslian sumber (kritik ekstern) dan kredibelitas atau dapat dipercaya (kritik intern).
3. Interpretasi, yaitu memberikan penafsiran terhadap data-data yang telah diperoleh selama penelitian sehingga menjadi sebuah urutan peristiwa yang kronologis. Interpretasi terbagi atas analisis dan sintesis.
4. Sintesa,yaitu proses penulisan dalam bentuk hasil penelitian.








DAFTAR PUSTAKA

Furchan, A. 2004. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya.
Nazir. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Siyoto Sandu dan Sodik Ali. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.