Minggu, 09 Oktober 2016

Semak Hati


(Manusia dan Kegelisahan)

(Sumber: Google)

Dalam penulisan kali ini, saya akan membahas tentang video yang begitu nyata dalam kehidupan. Bahkan tanpa sadar mungkin diantara kerabat kita juga mengalami hal serupa seperti kisah yang satu ini. Belang, seorang pemuda berusia 20 tahun yang masih menganggur. Permasalah ekonomi, kebahagia, dan apapun itu ia memang kurang beruntung, namun ia menerima semuanya dan tidak menjadikannya masalah. Melainkan masalah terbesar dalam hidupnya yaitu neneknya sendiri.

Belang hidup dan dibesarkan oleh neneknya, kedua orang tuanya entah kemana sehingga Belang tidak ingin memebahas kedua orang tuanya. Suatu ketika Belang terbangun dari tidurnya karena ulah neneknya yang senam di depan rumah menggunakan radio yang volumenya terdengar hingga kamar Belang.
Belang menghamipiri neneknya dan ia mendapat kicauan dari nenek karena ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Padahal ia sudah berusaha mencari lowongan pekerjaan, dan melamar kerja dimanapun. Namun tidak ada yang mau menerimanya.
Ketika ia ingin sarapan, tidak tersedia makanan apapun dimeja makan bahkan air minum pun tidak ada. Sampai akhirnya ia merogoh celengan hanya terdapat recehan. Setiap harinya ia luntang-lantung, meminjam uang kepada temannya dan berjalan-jalan mengelilingi kampung. Belang merasakan kegelisahan saat temannya tidak ingin meminjamkan uang padanya. Saat diperjalanan ia bertemu seorang wanita cantik, seketika itu pula ia berkhayal. Naasnya ia disangka seorang jambret. Belang dikejar habis-habisan oleh warga yang mendengar teriakan wanita tersebut dan ia bisa menyelamatkan diri.
Di perjalanan pulang, Belang melihat gerobak dekat tempat pengumpulan barang bekas. Tanpa pikir panjang Bhelank mengambil gerobak itu dan membawa kabur. Pemilik gerobak itu ternyata melihat perbuatan Belang dan mengejarnya. Namun Belang dapat mengelabui dan pulang ke rumahnya untuk mengambil barang yang bisa dijual. Neneknya yang melihat hal itu langsung marah dan membentak, namun ia tidak peduli. Semua barang diangkutnya dan dibawa ke tempat pengumpulan barang bekas. 
Setelah menjual semua barang itu, Belang keluar dari tempat pengumpulang barang bekas. Sial nasib si Belang. Di luar tempat itu dia sudah ditunggu oleh pemuda-pemuda dan pemilik gerobak yang tadi mengejarnya. Belang hanya menerima nasib saat dipukuli. 
Kegelisahan adalah hal yang tidak terduga rupanya, bisa dirasakan sebelum sesuatu hal terjadi pada saat hal itu terjadi, atau bahkan setelah hal itu terjadi. Sekarang bagaimana kita dapat mengendalikan kegelisahan itu agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan efek yang justru mengganggu kehidupan dan perasaan kita. Jadi setiap ada hal apapun yang membuat kita gelisah maka kita harus bersugesti hal yang baik agar membuat kita tenang, dan selalu mengambil hikmah dari apapun yang terjadi. Efek kegelisahan bisa timbul karena ada perlakuan yang tidak positif dari dalam diri kita sendiri. Maka dari karena itu apabila kita melakukan suatu kejadian atau perbuatan harus di usahakan sebisa mungkin menjalankannya dengan baik.
 Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sangatlah melekat dalam kehidupan kita. Dimana saat ini banyak pemuda-pemudi Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan dan melakukan hal yang tidak bermanfaat dalam hidupnya dan gelisah dengan apa yang akan dilakukannya. Tidak produktivitas selama menjadi pengganguran membuat para pemuda-pemudi menjadi seorang yang pemalas dan hanya ingin mendapatkan hasil yang instan. Alhasil hanya kesengsaraan dan mungkin penderitaan yang mereka alami. Kita sebagai generasi penerus seharusnya lebih aktif untuk memajukan bangsa dan memulainya dari diri sendiri. 



SUMBER :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar