A.
Pengertian
Metode Penelitian
Metode penelitian atau
metode ilmiah adalah prosedur atau langkah-langkah dalam mendapatkan
pengetahuan ilmiah atau ilmu, jadi metode penelitian adalah cara sistematis
untuk menyusun ilmu pengetahuan. Sedangkan teknik penelitian adalah cara untuk
melaksanakan metode penelitian. Metode penelitian biasanya mengacu pada
bentuk-bentuk penelitian. Menurut
Sugiyono “Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan
dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga dapat digunakan untuk memahami,
memecahkan, dan mengantisispasi masalah”.
Menurut Sukardi
memaparkan bahwa “Metode diartikan sebagai suatu kumpulan dari berbagai cara
(yang didasari oleh penalaran dan logika berfikir yang kuat) yang dipergunakan
untuk mendekati suatu masalah dengan tujuan untuk memperoleh
pengertian-pengertian yang lebih luas mengenai berbagai masalah. Prosedur
diartikan sebagai serangkaian petunjuk atau pedoman untuk memulai melaksanakan
sesuatu dan teknik diartikan sebagai suatu kumpulan dari prosedur atau
pengelompokkan dari berbagai cara untuk melakukan sesuatu”
Metode penelitian
merupakan langkah penting untuk memecahkan masalah penelitian. Manfaat yang
diperoleh dari metode penelitian, bukan hanya dapat memecahkan berbagai masalah
penelitian, namun juga dapat mengembangkan bidang keilmuan yang ditekuni.
Selain itu, memperbanyak penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi
masyarakat. Penelitian kuantitatif menekankan pada fenomena-fenomena objektif
dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian
kuantitatif menurut Sukmadinata (2009) dilakukan dengan menggunakan
angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.
Metode penelitian yang
tergolong ke dalam penelitian kuantitatif bersifat noneksperimental adalah
deskriptif, survai, expostfacto, komparatif, korelasional. Penelitian
kualitatif menekankan bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan
suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpretasikan oleh
individu-individu. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami
fenomena-fenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan. Paritsipan
adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan
data, pendapat, pemikiran, persepsinya. Penelitian kualitatif mengkaji
perspektif partisipan dengan berbagai macam strategi yang bersifat interaktif
seperti observasi langsung, observasi partisipatif, wawancara mendalam,
dokumen-dokumen, teknik-teknik pelengkap. Penelitian kualitatif memiliki dua
tujuan utama yaitu untuk menggambarkan dan mengungkapkan (to describe and
explore) dan tujuan yang kedua yaitu menggambarkan dan menjelaskan (to describe
and explain).
Perbedaan antara
penelitian kualitatif dan kuantitatif antara lain pada penelitian kuantitatif
terdapat kesenjangan jarak antara peneliti dengan objek yang diteliti,
sementara penelitian kualitatif menyatu dengan situasi dan fenomena yang
diteliti. Dalam penelitian kualitatif kegiatan manusia sangat dipengaruhi oleh
seting dimana hal tersebut berlangsung. Penelitian kuantitatif memandang
peneliti lepas daari situasi yang diteliti.Perbedaan antara penelitian
kualitatif dengan penelitian kuantitatif bukan sekedar perbedaan teknis, tetapi
juga perbedaan secara mendasar. Keduanya bertolak dari pandangan filsafat yang
berbeda tentang kenyataan, memiliki asumsi dan pendekatan yang berbeda pula
dalam mengkaji kenyataan.
B. B. Fungsi
Penelitian
Fungsi penelitian adalah mencarikan
penjelasan dan jawababn terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi
kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Pemecahan dan jawaban
terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana hanya
dalam penelitian dasar (basic research) dan dapat spesifik seperti biasanya
ditemui pada penelitian terapan (applied research).
1.
Mendiskripsikan, memberikan, data atau informasi. Penelitian dengan tugas
mendiskripsi gejala dan peristiwa yang terjadi, maupun gejala-gejala yang
terjadi disekitar kitaperlu mendapat perhatian dan penanggulangan.gejala dan
peristiwa yang terjadi itu ada yang besar dan ada pula yang kecil tetapi, kalau
dilihat dari segi perkembangan untuk masa datang perlu mendapat perhatian
segera.
2.
Menerangkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa
atau fenomena. Penelitian dengan tugas menerangkan. Berbeda dengan penelitian
yang menekankan pengungkapan peristiwa apa adanya, maka penelitian dengan tugas
menerangkan peristiwa jauh lebih kompleks dan luas. Dapat dilihat dari hubungan
suatu dengan hubungan yang lain.
3.
Menyusun teori, Penyusunan teori baru memakan waktu yang cukup panjang karena
akan menyangkut pembakua dalam berbagai instrumen, prosedur maupun populasi dan
sampel.
4.
Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksi Suatu peristiwa yang mungkin terjadi
berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, informasi yang
didapat akan sangat berarti dalam memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi untuk
melalui masa berikutnya. Melalui penelitian dikumpulkan data untuk meramalkan
beberapa kejadian atau situasi masa yag akan datang.
5.
Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi. Melalui penelitian
juga dapat dikendalikan peristiwa maupun gejala-gejala. Merancang sedemikian
rupa suatu bentuk penelitian untuk mengendalikan peristiwa itu. Perlakuannya
disusun dalam rancangan adalah membuat tindakan pengendalian pada variabel lain
yang mungkin mempengaruhi peristiwa itu.
C.
Jenis
Metode Penelitian
Berbagai jenis metode
penelitian terkait dengan banyaknya ragam dan jenis metode penelitian, para
ahli telah melakukan pengelompokkan metode penelitian. Berbagai klasifikasi
metode penelitian telah diajukan oleh para ahli. Klasifikasi yang disusun oleh
satu ahli yang satu kadangkala berbeda dengan yang dibuat oleh ahli lainnya,
akan tetapi ada pula yang memberikan klasifikasi metode penelitian yang relatif
sama.
Pengelompokkan metode
penelitian, kriteria yang dipakai pada umumnya terkait dengan teknik dan prosedur
penelitian dari metode penelitian tersebut. Namun
ada juga pengelompokkan yang dibuat berdasarkan pada teknik saja atau prosedur
saja. Beberapa klasifikasi yang telah dilakukan, antara lain oleh Crawford pada
tahun 1928, yang mengelompokkan metode penelitian ke dalam 14 jenis, yaitu:
(1) Eksperimen
(2) Sejarah;
(3) Psikologis;
(4) Case study;
(5) Survei;
(6) Membuat kurikulum;
(7) Analisis pekerjaan;
(8) Intervie;
(9) Questionair;
(10) Observasi;
(11) Pengukuran;
(12) Statistik, dan
(13) Tabel dan Grafik serta
(14) Teknik perpustakaan.
Pembagian penelitian
menurut Crawford ini menggunakan kriteria metode (sejarah, survei, eksperimen,
dan sebagainya) dan teknik questionair, interview, dan sebagainya yang tidak
dipisahkan olehnya secara jelas antara teknik/ metode dan prosedur.
Perkembangan pengklasifikasian metode penelitian terus berkembag. Pada tahun
1914 telah muncul ahli-ahli yang membagi penelitian ke dalam kelompok-kelompok
penelitian tertentu. Antara tahun 1914-1931 terdapat empat buah metode favorit,
yaitu:
(1) Metode eksperimen;
(2) Metode sejarah;
(3) Metode deskriptif; dan
(4) Metode kuesioner.
Pada tahun 1931, penelitian
dikelompokkan atas empat kelompok, yaitu:
(1) Metode sejarah;
(2) Metode ekserimen;
(3) Metode filsafat; dan
(4) Metode deskriptif.
Antara tahun 1932-1938,
metode yang banyak digunakan dalam penelitian masih dalam pengelompokkan
seperti di atas, hanya saja urutanurutan menurut popularitasnya berubah
menjadi:
(1) Metode eksperimen;
(2) Metode sejarah;
(3) Metode deskriptif; dan
(4) Metode filsafat.
Furchan (2004:39)
mengelompokkan metode penelitian ke dalam empat kelompok besar, yaitu:
(1) eksperimental;
(2) ex past facto;
(3) deskriptif; dan
(4) historis.
D.
Definisi
Metode Deskriptif
Metode
deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia,
suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas
peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah
untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan
akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang
diselidiki. Whitney (Nazir, 2005: 54) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah
pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif
mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku
dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan,
kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang
sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Dalam metode
deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu
sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan
klasifikasi, serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan
suatu standar atau suatu norma tertentu, sehingga banyak ahli menamakan metode
deskriptif ini dengan nama survey normatif. Dengan metode deskriptif ini jug
diselidiki kedudukan fenomena atau faktor dan melihat hubungan antara suatu
faktor dengan faktor yang lain. karenanya, metode deskriptif ini juga dinamakan
studi kasus (case study).
Metode deskriptif juga
ingin mempelajari norma-norma atau standarstandar, sehingga penelitian
deskriptif ini disebut juga survey normatif. Dalam metode deskriptif dapat
diteliti masalah normatif bersama-sama dengan masalah status dan sekaligus
membuat perbandingan-perbandingan antarfenomena. Studi demikian dinamakan
secara umum sebagai studi atau penelitian deskriptif. Perspektif waktu yang
dijangkau dalam penelitian deskriptif, adalah waktu sekarang, atau
sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.
Jenis-Jenis
Penelitian Deskriptif
Menurut Nazir, bila
ditinjau dari jenis masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan
dalam meneliti, serta tempat waktu penelitian dilakukan, penelitian deskriptif
dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:
a. Metode Survei, metode survey adalah
penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang
ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi
sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Metode
survai membedah dan menguliti serta mengenal masalahmasalah serta mendapatkan
pembenaran terhadap keadaan dan praktikpraktik yang sedang berlangsung. Dalam
metode survei juga dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap
hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang
serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pebuatan rencana dan pengambilan
keputusan di masa mendatang. Penyelidikan dilakukan dalam waktu yang bersamaan
terhadap sejumlah individu atau unit, baik secara sensus atau dengan
menggunakan sampel.
b. Metode Deskriptif Berkesinambungan,
metode deskriptif berkesinambungan (continuity descriptive research) adalah
kerja meneliti secara deskriptif yang dilakukan secara terus-menerus atas suatu
objek penelitian. Pengetahuan yang lebih menyeluruh dari masalah serta fenomena
dan kekuatan-kekuatan sosial dapat diperoleh jika hubungan-hubungan fenomena
dikaji dalam suatu interval perkembangan dalam suatu periode yang lama. Dengan
memperlihatkan secara detail perubahan-perubahan yang dinamis dalam suatu
interval tertentu, maka generalisasi suatu situasi atau fenomena secara dinamis
dapat dibuat. Meneliti yang berkehendak menjangkau informasi faktual yang
mendetail secara interval dinamakan penelitian deskriptif berkesinambungan.
Jika perhatian dipusatkan pada perubahan-perubahan perilaku atau pandangan,
maka teknik dalam meneliti dinamakan teknik panel. Teknik ini berupa wawancara
dengan kelompok-kelompok manusia yang sama pada situasi yang berbeda. Informasi
yang diinginkan bisa saja kuantitatif, seperti jumlah konsumsi, anggaran
belanja keluarga, dan sebagainya.
c. Studi Kasus Maxfield mengungkapkan
bahwa yang dimaksud dengan studi kasus atau penelitian kasus subjek penelitian
yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan
personalitas. Subjek penelitian dapat saja berupan individu, kelompok, lembaga,
maupun masyarakat. Peneliti ingin mempelajari secara intensif latar belakang
serta interaksi lingkungan dari unit-unit sosial yang menjadi subjek. Tujuan
studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang,
sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari
individu, yang kemudian dari sifatsifat khas di atas akan dijadikan suatu hal
yang bersifat umum. Pada mulanya studi kasus ini banyak digunakan dalam
penelitian obat-obatan dengan tujuan diagnosis, tetapi kemudian penggunaan
studi kasus telah meluas sampai ke bidang-bidang lain. Hasil dari penelitian
kas terkumpul dan analisis untuk membuat interpretasi serta generalisasi; dan
(6) susun laporan dengan memberikan kesimpulan serta implikasi dari hasil
penelitian.
d. Studi atau Penelitian Komparatif merupakan
penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari
jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor
penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Dalam studi
komparatif ini, memang sulit untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang
dijadikan dasar pembanding, sebab penelitian komparatif tidak mempunyai
kontrol. Metode penelitian komparatif adalah bersifat ex post facto. Artinya,
data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dikumpulkan telah selesai
berlangsung.
Peneliti
dapat melihat akibat dari suatu fenomena dan menguji hubungan sebab-akibat dari
data-data yang tersedia. Adapun langkah-langkah pokok dalam studi komparatif
adalah sebagai berikut: (1) rumuskan dan definisikan masalah; (2) jajaki dan
teliti literatur yang ada; (3) rumuskan kerangka teoretis dan
hipotesis-hipotesis serta asumsi-asumsi yang dipakai; (4) buatlah rencana
penelitian, (5) uji hipotesis, buat interpretasi terhadap hubungan dengan
teknik statistik yang tepat; (6) buat generalisasi, kesimpulan, serta implikasi
kebijakan; dan (7) susun laporan dengan cara penulisan ilmiah. Keunggulan
metode ini adalah sebagai berikut: 1) Metode komparatif dapat mensubstitusikan
metode eksperimental karena beberapa alasan: a) Jika sukar diadakan kontrol
terhadap salah satu faktor yang ingin diketahui atau diselidiki
sebab-akibatnya. b) Apabila teknik untuk mengadakan variabel kontrol dapat
menghalangi penampilan fenomena secara normal ataupun tidak memungkinkan adanya
interaksi secara normal. c) Penggunaan laboratorium untuk penelitian
dimungkinkan, baik karena kendala teknik, keuangan, maupun etika dan normal. 2)
Dengan adanya teknik yang lebih mutakhir serta alat statistik yang lebih maju,
membuat penelitian komparatif dapat mengadakan estimasi terhadap
parameter-parameter hubungan kausal secara lebih efektif.
e. Analisis Kerja dan Aktivitas adalah analisis
kerja dan aktivitas (job and activity analysis) merupakan peneltian dengan
menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki
secara terperinci aktivitas dan pekerjaan manusia, dan hasil penelitan tersebut
dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk keperluan masa yang akan datang.
Dalam penelitian ini, studi yang mendalam dilakukan terhadap kelakuan-kelakuan
pekerja, buruh, petani, guru, dan lain-lain terhadap gerak-gerik mereka dalam
melaksanakan tugas, penggunaan waktu secara efisien dan efektif, dan
sebagainya. Data mengenai hal-hal yang ingin diselidiki, kemudian dianalisis,
diberikan interpretasi, dan diadakan generalisasi dalam rangka menetapkan
sifat-sifat dan kriteria-kriteria pekerjaan yang baik, rencana upgrading,
keseimbangan berusaha dan bekerja serta aktivitas sangat berkembang.
f. Studi Waktu Gerakan Studi gerakan dan
waktu (time and motion study) adalah penelitian dengan metode deskriptif yang
berusaha untuk menyelidiki efisiensi produksi dengan mengadakan studi yang
mendetail tentang penggunaan waktu serta perilaku pekerja dalam proses produksi.
Gerak-gerak utama dalam pekerjaan diamati, dicatat, diluksikan serta
dianalisis. Generalisasi dan interpretasi tentang waktu yang digunakan serta
gerak-gerak utama yang terjadi, sehingga suatu kesimpulan tentang gerak-gerak
yang diperlukan dalam pekerjaan, gerak-gerak yang tidak diperlukan yang dapat
menghambat serta saran-saran dalam rangka memperbaiki pekerjaan dan menambah
efisiensi kerja. Dalam rangka efisiensi, juga perlu dikaji alat-alat produksi
yang digunakan, serta bagaimana alat-alat produksi tersebut diatur demi
peningkatan efisiensi kerja.
Kriteria
Pokok Metode Deskriptif
Menurut Nazir, metode
deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok, yang dapat dibagi atas kriteria
umum dan kriteria khusus. Yang termasuk ke dalam kriteria umum adalah:
a. Masalah yang dirumuskan harus patut,
ada nilai tambah ilmiah serta tidak terlalu luas.
b. Tujuan penelitian harus dinyatakan
dengan tegas dan tidak terlalu umum.
c. Data yang digunakan harus fakta-fakta
yang terpercaya dan bukan merupakan opini.
d. Standar yang digunakan untuk memberi
perbandingan harus mempunyai validitas.
e. Harus ada deskripsi yang terang
tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.
f. Hasil penelitian harus berisi secara
detail yang digunakan, baik dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis
data serta studi kepustakaan yang dilakukan.
Deduksi logis harus
jelas hubungannya dengan kerangka teoretis yang digunakan jika kerangka
teoretis untuk itu telah dikembangkan. Adapun yang menjadi kriteria khusus
adalah sebagai berikut:
a. Prinsip-prinsip ataupun data yang
digunakan dinyatakan dalam nilai (value).
b. Fakta-fakta ataupun prinsip-prinsip
yang digunakan adalah mengenai masalah status.
c. Sifat penelitian adalah ex post
facto, karena itu tidak ada kontrol terhadap variabel, dan peneliti tidak
mengadakan pengaturan atau manipulasi terhadap variabel. Variabel dilihat
sebagaimana adanya.
Langkah-langkah
Umum dalam Metode Deskriptif
Dalam melaksanakan
penelitian deskriptif, maka langkah-langkah umum yang sering diikuti adalah
sebagai berikut:
a. Memilih dan merumuskan masalah yang
menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki
dengan sumber yang ada.
b. Menentukan tujuan dari penelitian
yang akan dikerjakan. Tujuan dari penelitian harus konsisten dengan rumusan dan
definisi dari masalah.
c. Memberikan limitasi dari area atau
scope atau sejauh mana penelitian deskriptif tersebut akan dilaksanakan.
Termasuk di dalamnya daerah geografis di mana penelitian akan dilakukan,
batasan-batasan kronologis, ukuran tentang dalam dangkal, serta seberapa utuh
daerah penelitian tersebut akan dijangkau.
d. Pada bidang ilmu yang telah mempunyai
teori-teori yang kuat, maka perlu dirumuskan kerangka teori atau kerangka
konseptual yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis-hipotesis untuk
diverifikasikan. Bagi ilmu sosial yang telah berkembang baik, maka kerangka
analisis dapat dijabarkan dalam bentuk-bentuk model matematika.
e. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan
yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan.
f. Merumuskan hipotesis-hipotesis yang
ingin diuji, baik secara eksplisit maupun secara implisit.
g. Melakukan kerja lapangan untuk
mengumpulkan data, gunakan teknik pengumpulan data yang cocok untuk penelitian.
h. Membuat tabulasi serta analisis
statistik dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan. Kurangi penggunaan
statistik sampai kepada batasbatas yang dapat dikerjakan dengan unit-unit
pengukuran yang sepadan.
i. Memberikan interpretasi dari hasil
dalam hubungannya dengan kondisi sosial yang ingin diselidiki serta dari data
yang diperoleh serta referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan.
j. Mengadakan generalisasi serta deduksi
dari penemuan serta hipotesishipotesis yang ingin diuji. Berikan
rekomendasi-rekomendasi untuk kebijakan-kebijakan yang dapat ditarik dari
penelitian.
k. Membuat laporan penelitian dengan
cara ilmiah.
E.
Metode
Grounded Research
Metode
penelitian ini dicetuskan oleh Glasser dan Strauss (1967). Penelitian ini lawan
dari penelitian secara verifikasi. Nazir (2005: 74) menyatakan bahwa grounded
research adalah suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan
menggunakan analisis perbandingan bertujuan mengadakan generalisasi empiris,
menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori, dan mengembangkan teori di mana pengumpulan
data dan analisis data berjalan pada waktu yang bersamaan. Berdasarkan definisi
di atas diketahui bahwa metode yang digunakan dalam grounded research adalah
reaksi terhadap metode penelitian yang asasnya verifikasi teori. Dalam grounded
research, data merupakan sumber teori, dan teori disebut grounded karena teori
tersebut berdasarkan data. Adapun yang menjadi tujuan grounded research adalah
untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapakn konsep-konsep, membuktikan
teori, dan mengembangkan teori.
Ciri-Ciri
Grounded Research Metode
Penelitian ini memiliki
ciri tersendiri. Adapun ciri yang paling utama dari grounded research adalah
menggunakan data sebagai sumber teori, sehingga teori yang dibangun hanya
berdasarkan logika tidak ada tempatnya dalam penganut grounded research. Ciri
lain dari grounded research adalah menonjolnya peranan data dalam penelitian.
Data merupakan sumber dari teori dan hipotesis. Dalam grounded research, yang
menjadi dasar analisis adalah sifat-sifat yang ditemukan, yang mana sifat-sifat
penting untuk membedakan satu dengan yang lain dikelompokkan dalam kategori.
Dalam grounded research, kategori adalah konsep-konsep berdasarkan hasil
perbandingan data. Kategori merupakan suatu konsep yang dapat digunakan untuk
menegaskan perbedaan dan persamaan dari apa yang diperbandingkan. Kategori dan
sifat-sifat tersebut merupakan dasar utaman analisis dalam grounded research.
Langkah-langkah
Grounded Research
Adapun langkah-langkah
yang ang harus dilaksanakan dalam grounded research adalah sebagai berikut:
a. Menentukan masalah yang diteliti;
b. Mengumpulkan data yang dibutuhkan;
c. Menganalisis dan menjelaskan data
yang terkumpul.
d. Membuat laporan penelitian
F.
Metode
Eksperimental
Eksperimen
merupakan observasi di bawah kondisi buatan (artifical condition) dimana
kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti. Dengan demikian,
penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan
manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol. Metode eksperimen
sering dilakukan dalam penelitian ilmu-ilmu eksakta. Walaupun demikian,
penggunaan metode eksperimen di dalam ilmu-ilmu sosial, akhir-akhir ini semakin
banyak yang menggunakan. Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk
menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab-akibat berapa besar hubungan
sebab-akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada
beberapa kelompok eksperimental dan menyediakan kontrol untuk perbandingan.
Penelitian
eksperimental dapat mengubah teori-teori yang telah uang. Percobaan-percobaan
dilakukan untuk menguji hipotesis serta untuk menemukan hubungan-hubungan
kausal yang baru. Akan tetapi, walaupun hipotesis telah dapat diuji dengan
metode percobaan, tetapi penerimaan atau penolakan hipotesis bukanlah merupakan
penemuan suatu kebenaran yang mutlak.
Kriteria
Umum Metode Eksperimen
Pada dasarnya, kriteria
umum dari metode eksperimental tidak jauh dengan metode penelitian yang
lainnya. Beberapa kriteria penting yang terdapat dalam metode eksperimental
yaitu:
a. Masalah yang dipilih harus masalah
yang penting dan dapat dipecahkan.
b. Faktor-faktor serta variabel dalam
percobaan harus didefinisikan seterang-terangnya.
c. Percobaan harus dilaksanakan dengan
desain percobaan yang cocok, sehingga maksimisasi variabel perlakuan dalam
meminimisasikan variabel pengganggu dan variabel random.
d. Ketelitian dalam observasi serta
ketepatan ukuran sangat diperlukan.
e. Metode, material, serta referensi
yang digunakan dalam penelitian harus dilukiskan seterang-terangnya karena
kemungkinan pengulangan percobaan ataupun penggunaan metode dan material untuk
percobaan lain dalam bidang yang serupa.
f. Interpretasi serta uji statistik
harus dinyatakan dalam beda signifikan dari parameter-parameter yang dicari
atau yang diestimasikan.
Merencanakan
Percobaan
Setiap
percobaan yang dilakukan harus direncanakan sebaik mungkin, sehingga dalam
pelaksanaan percobaan sudah ada garis pembatas yang nyata tentang apa yang akan
dikerjakan dan apa yang tidak boleh dikerjakan. Terdapat langkah penting yang
diperlukan dalam percobaan yang harus jelas diberikan, yaitu:
1) Rumusan masalah serta pernyataan
tentang tujuan percobaan atau penelitian.
2) Gambaran dari percobaan yang akan
dilakukan, termasuk tentang besarnya percobaan, jumlah dan jenis perlakuan,
material yang dipakai dan sebagainya.
3) Outline dari penganalisisan yang akan
dikerjakan.
Masalah harus dirumuskan dan dijabarkan
dalam pernyataanpernyataan tentang tujuan percobaan. Kegunaan percobaan harus
dinyatakan secara spesifik.
G.
Metode
Historis
Menurut
Kuntowijoyo metode historis merupakan prosedur pemecahan masalah dengan
menggunakan data masa lalu atau peninggalan-peninggalan masa lalu untuk
memahami kejadian atau suatu keadaan yang berlangsung pada masa lalu. Hasil
dari penelitian historis dapat dipergunakan untuk meramalkan kejadian atau
keadaan masa yang akan datang. Metode Historis lebih memusatkan pada data masa
lalu berupa peninggalan atau artefak, dokumen, arsip, dan tempat-tempat yang
dianggap keramat. Tujuan penelitian historis adalah membuat rekontruksi masa
lampau secara objektif, dan sistematis dengan mengumpulkan, memverifikasikan,
menginterpretasi, mensintesa dan menuliskan menjadi kisah sejarah.
Langkah-langkah atau
cara kerja sejarawan dalam penelitian Historis, yaitu sebagai berikut :
1. Pengumpulan objek yang berasal dari
suatu zaman dan pengumpulan bahan-bahan tertulis dan lisan yang relevan (
Heuristik )
2. Menyingkirkan bahan-bahan yang tidak
otentik ( Kritik Sumber/verifikasi ) 18
3. Menyimpulkan kesaksian yang dapat
dipercaya berdasarkan bahan-bahan yang otentik ( Interpretasi )
4. Penyusunan kesaksian dan bukti-bukti
yang dapat dipercaya menjadi suatu kisah atau tulisan bersejarah.
Kuntowijoyo membagi penelitian Historis
menjadi empat tahapan meliputi :
1. Heuristik, yaitu mencari dan
mengumpulkan sumber-sumber sejarah yang diperlukan. Sumber sejarah dapat berupa
sumber tulisan, lisan, audio visual, primer dan sekunder.
2. Kritik/verifikasi, yaitu melakukan
seleksi terhadap sumber-sumber sejarah yang telah ditemukan. Kritik sejarah
dapat berupa otensitas atau keaslian sumber (kritik ekstern) dan kredibelitas
atau dapat dipercaya (kritik intern).
3. Interpretasi, yaitu memberikan
penafsiran terhadap data-data yang telah diperoleh selama penelitian sehingga
menjadi sebuah urutan peristiwa yang kronologis. Interpretasi terbagi atas
analisis dan sintesis.
4. Sintesa,yaitu proses penulisan dalam
bentuk hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Furchan, A. 2004. Pengantar Penelitian dalam
Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah.
Yogyakarta: Bentang Budaya.
Nazir. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia
Indonesia.
Siyoto Sandu dan Sodik Ali. 2015. Dasar Metodologi
Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan,
Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar