(Manusia dan Penderitaan)
(Sumber: Google)
Mungkin banyak insan yang memiliki pola
fikir jika hidupnya tidak bahagia karena beberapa faktor yang dialaminya.
Sering kita jumpai kejadian yang sangat menyayat hati, terutama pada saat ini.
Tidak sedikit muda-mudi yang memadu kasih dengan menjalin sebuah ikatan dengan
istilah “Pacaran”. Menyenangkan memang jika yang didapati sebuah kasih sayang,
tapi tidak untuk kisah seorang Mahasiswi cantik bernama Melati. Melati yang merasa tidak diperdulikan oleh orang tuanya, dan menginginkan
sepucuk saja perhatian yang dapat membahagiakannya.
Namun bukan itu yang didapati Melati. Ketika ia
menjalin sebuah asmara pada seorang pria yang sangat kasar dan keras kepala.
Orang tua Melati tidak menyetujui hubungan mereka. Jaka beralasan dirinya yang
sangat gelap mata itu dikarenakan sikap Orang Tuanya yang bertengkar
dihadapannya. Melati sangat menginginkan perubahan yang baik pada diri Jaka,
akan tetapi hasilnya nihil.
Penderitaan berasal
dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya
menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang
tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau
lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas
penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan
berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap
penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.
Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi
seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan
kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Hidup Melati seakan tiada lagi kebahagian
yang ia dapatkan. Jaka, seorang pria yang dikencani Melati berulang kali
melakukan tindak kekerasan, meminta maaf dan mengulang kesalahannya kembali.
Sehingga membuat Melati tidak berdaya lagi dan pada akhirnya memutuskan untuk
mengakhiri hubungannya walau membutuhkan waktu yang tidak singkat agar terlepas
dari jeratan Jaka. Terlepas dari penderitaan bukanlah suatu tindakan yang
melanggar hukum.
Sebagai seorang anak Adam yang hidup di Dunia, tentu bukanlah
hal yang asing ketika kita memiliki sebuah keinginan untuk hidup bahagia.
Sangatlah manusiawi. Jika memang kita tidak merasakan kebahagian dari apa yang
kita dapatkan, lepaskanlah perlahan. Karena kita yang memegang kunci
kebahagian, kunci sebuah kehidupan yang sangat mulia. Ucapkan rasa syukur yang
teramat besar akan hidup yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Ia
mengetahui apa yang terbaik bagi kebahagian hambaNya.
DAFTAR PUSTAKA
http://0alt.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-penderitaan-dan-sebab-sebab.html
DAFTAR PUSTAKA
http://0alt.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-penderitaan-dan-sebab-sebab.html





Tidak ada komentar:
Posting Komentar