Sabtu, 24 Desember 2016

Hempaskan Derita


(Manusia dan Penderitaan)



(Sumber: Google)

Mungkin banyak insan yang memiliki pola fikir jika hidupnya tidak bahagia karena beberapa faktor yang dialaminya. Sering kita jumpai kejadian yang sangat menyayat hati, terutama pada saat ini. Tidak sedikit muda-mudi yang memadu kasih dengan menjalin sebuah ikatan dengan istilah “Pacaran”. Menyenangkan memang jika yang didapati sebuah kasih sayang, tapi tidak untuk kisah seorang Mahasiswi cantik bernama Melati. Melati yang merasa tidak diperdulikan oleh orang tuanya, dan menginginkan sepucuk saja perhatian yang dapat membahagiakannya.
      Namun bukan itu yang didapati Melati. Ketika ia menjalin sebuah asmara pada seorang pria yang sangat kasar dan keras kepala. Orang tua Melati tidak menyetujui hubungan mereka. Jaka beralasan dirinya yang sangat gelap mata itu dikarenakan sikap Orang Tuanya yang bertengkar dihadapannya. Melati sangat menginginkan perubahan yang baik pada diri Jaka, akan tetapi hasilnya nihil.
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Hidup Melati seakan tiada lagi kebahagian yang ia dapatkan. Jaka, seorang pria yang dikencani Melati berulang kali melakukan tindak kekerasan, meminta maaf dan mengulang kesalahannya kembali. Sehingga membuat Melati tidak berdaya lagi dan pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya walau membutuhkan waktu yang tidak singkat agar terlepas dari jeratan Jaka. Terlepas dari penderitaan bukanlah suatu tindakan yang melanggar hukum. 
    Sebagai seorang anak Adam yang hidup di Dunia, tentu bukanlah hal yang asing ketika kita memiliki sebuah keinginan untuk hidup bahagia. Sangatlah manusiawi. Jika memang kita tidak merasakan kebahagian dari apa yang kita dapatkan, lepaskanlah perlahan. Karena kita yang memegang kunci kebahagian, kunci sebuah kehidupan yang sangat mulia. Ucapkan rasa syukur yang teramat besar akan hidup yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Ia mengetahui apa yang terbaik bagi kebahagian hambaNya.




DAFTAR PUSTAKA 

http://0alt.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-penderitaan-dan-sebab-sebab.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar