Senin, 08 Oktober 2018

Metode Penelitian


A.              Pengertian Metode Penelitian
Metode penelitian atau metode ilmiah adalah prosedur atau langkah-langkah dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu, jadi metode penelitian adalah cara sistematis untuk menyusun ilmu pengetahuan. Sedangkan teknik penelitian adalah cara untuk melaksanakan metode penelitian. Metode penelitian biasanya mengacu pada bentuk-bentuk penelitian.  Menurut Sugiyono “Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisispasi masalah”.
Menurut Sukardi memaparkan bahwa “Metode diartikan sebagai suatu kumpulan dari berbagai cara (yang didasari oleh penalaran dan logika berfikir yang kuat) yang dipergunakan untuk mendekati suatu masalah dengan tujuan untuk memperoleh pengertian-pengertian yang lebih luas mengenai berbagai masalah. Prosedur diartikan sebagai serangkaian petunjuk atau pedoman untuk memulai melaksanakan sesuatu dan teknik diartikan sebagai suatu kumpulan dari prosedur atau pengelompokkan dari berbagai cara untuk melakukan sesuatu”
Metode penelitian merupakan langkah penting untuk memecahkan masalah penelitian. Manfaat yang diperoleh dari metode penelitian, bukan hanya dapat memecahkan berbagai masalah penelitian, namun juga dapat mengembangkan bidang keilmuan yang ditekuni. Selain itu, memperbanyak penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian kuantitatif menekankan pada fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian kuantitatif menurut Sukmadinata (2009) dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.
Metode penelitian yang tergolong ke dalam penelitian kuantitatif bersifat noneksperimental adalah deskriptif, survai, expostfacto, komparatif, korelasional. Penelitian kualitatif menekankan bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpretasikan oleh individu-individu. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan. Paritsipan adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan data, pendapat, pemikiran, persepsinya. Penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan berbagai macam strategi yang bersifat interaktif seperti observasi langsung, observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumen-dokumen, teknik-teknik pelengkap. Penelitian kualitatif memiliki dua tujuan utama yaitu untuk menggambarkan dan mengungkapkan (to describe and explore) dan tujuan yang kedua yaitu menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain).
Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif antara lain pada penelitian kuantitatif terdapat kesenjangan jarak antara peneliti dengan objek yang diteliti, sementara penelitian kualitatif menyatu dengan situasi dan fenomena yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif kegiatan manusia sangat dipengaruhi oleh seting dimana hal tersebut berlangsung. Penelitian kuantitatif memandang peneliti lepas daari situasi yang diteliti.Perbedaan antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif bukan sekedar perbedaan teknis, tetapi juga perbedaan secara mendasar. Keduanya bertolak dari pandangan filsafat yang berbeda tentang kenyataan, memiliki asumsi dan pendekatan yang berbeda pula dalam mengkaji kenyataan.
B.          B.           Fungsi Penelitian 
       Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawababn terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Pemecahan dan jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana hanya dalam penelitian dasar (basic research) dan dapat spesifik seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan (applied research).
1. Mendiskripsikan, memberikan, data atau informasi. Penelitian dengan tugas mendiskripsi gejala dan peristiwa yang terjadi, maupun gejala-gejala yang terjadi disekitar kitaperlu mendapat perhatian dan penanggulangan.gejala dan peristiwa yang terjadi itu ada yang besar dan ada pula yang kecil tetapi, kalau dilihat dari segi perkembangan untuk masa datang perlu mendapat perhatian segera.
2. Menerangkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Penelitian dengan tugas menerangkan. Berbeda dengan penelitian yang menekankan pengungkapan peristiwa apa adanya, maka penelitian dengan tugas menerangkan peristiwa jauh lebih kompleks dan luas. Dapat dilihat dari hubungan suatu dengan hubungan yang lain.
3. Menyusun teori, Penyusunan teori baru memakan waktu yang cukup panjang karena akan menyangkut pembakua dalam berbagai instrumen, prosedur maupun populasi dan sampel.
4. Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksi Suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, informasi yang didapat akan sangat berarti dalam memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi untuk melalui masa berikutnya. Melalui penelitian dikumpulkan data untuk meramalkan beberapa kejadian atau situasi masa yag akan datang.
5. Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi. Melalui penelitian juga dapat dikendalikan peristiwa maupun gejala-gejala. Merancang sedemikian rupa suatu bentuk penelitian untuk mengendalikan peristiwa itu. Perlakuannya disusun dalam rancangan adalah membuat tindakan pengendalian pada variabel lain yang mungkin mempengaruhi peristiwa itu.
C.              Jenis Metode Penelitian
Berbagai jenis metode penelitian terkait dengan banyaknya ragam dan jenis metode penelitian, para ahli telah melakukan pengelompokkan metode penelitian. Berbagai klasifikasi metode penelitian telah diajukan oleh para ahli. Klasifikasi yang disusun oleh satu ahli yang satu kadangkala berbeda dengan yang dibuat oleh ahli lainnya, akan tetapi ada pula yang memberikan klasifikasi metode penelitian yang relatif sama.
Pengelompokkan metode penelitian, kriteria yang dipakai pada umumnya terkait dengan teknik dan prosedur penelitian dari metode penelitian tersebut.     Namun ada juga pengelompokkan yang dibuat berdasarkan pada teknik saja atau prosedur saja. Beberapa klasifikasi yang telah dilakukan, antara lain oleh Crawford pada tahun 1928, yang mengelompokkan metode penelitian ke dalam 14 jenis, yaitu:
(1) Eksperimen
(2) Sejarah;
(3) Psikologis;
(4) Case study;
(5) Survei;
(6) Membuat kurikulum;
(7) Analisis pekerjaan;
(8) Intervie;
(9) Questionair;
(10) Observasi;
(11) Pengukuran;
(12) Statistik, dan
(13) Tabel dan Grafik serta
(14) Teknik perpustakaan.
Pembagian penelitian menurut Crawford ini menggunakan kriteria metode (sejarah, survei, eksperimen, dan sebagainya) dan teknik questionair, interview, dan sebagainya yang tidak dipisahkan olehnya secara jelas antara teknik/ metode dan prosedur. Perkembangan pengklasifikasian metode penelitian terus berkembag. Pada tahun 1914 telah muncul ahli-ahli yang membagi penelitian ke dalam kelompok-kelompok penelitian tertentu. Antara tahun 1914-1931 terdapat empat buah metode favorit, yaitu:
(1) Metode eksperimen;
(2) Metode sejarah;
(3) Metode deskriptif; dan
(4) Metode kuesioner.
Pada tahun 1931, penelitian dikelompokkan atas empat kelompok, yaitu:
(1) Metode sejarah;
(2) Metode ekserimen;
(3) Metode filsafat; dan
(4) Metode deskriptif.
Antara tahun 1932-1938, metode yang banyak digunakan dalam penelitian masih dalam pengelompokkan seperti di atas, hanya saja urutanurutan menurut popularitasnya berubah menjadi:
(1) Metode eksperimen;
(2) Metode sejarah;
(3) Metode deskriptif; dan
(4) Metode filsafat.
Furchan (2004:39) mengelompokkan metode penelitian ke dalam empat kelompok besar, yaitu:
(1) eksperimental;
(2) ex past facto;
(3) deskriptif; dan
(4) historis.
D.              Definisi Metode Deskriptif
Metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Whitney (Nazir, 2005: 54) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Dalam metode deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu, sehingga banyak ahli menamakan metode deskriptif ini dengan nama survey normatif. Dengan metode deskriptif ini jug diselidiki kedudukan fenomena atau faktor dan melihat hubungan antara suatu faktor dengan faktor yang lain. karenanya, metode deskriptif ini juga dinamakan studi kasus (case study).
Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau standarstandar, sehingga penelitian deskriptif ini disebut juga survey normatif. Dalam metode deskriptif dapat diteliti masalah normatif bersama-sama dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandingan-perbandingan antarfenomena. Studi demikian dinamakan secara umum sebagai studi atau penelitian deskriptif. Perspektif waktu yang dijangkau dalam penelitian deskriptif, adalah waktu sekarang, atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.
Jenis-Jenis Penelitian Deskriptif
Menurut Nazir, bila ditinjau dari jenis masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat waktu penelitian dilakukan, penelitian deskriptif dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:
a. Metode Survei, metode survey adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Metode survai membedah dan menguliti serta mengenal masalahmasalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktikpraktik yang sedang berlangsung. Dalam metode survei juga dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pebuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa mendatang. Penyelidikan dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap sejumlah individu atau unit, baik secara sensus atau dengan menggunakan sampel.
b. Metode Deskriptif Berkesinambungan, metode deskriptif berkesinambungan (continuity descriptive research) adalah kerja meneliti secara deskriptif yang dilakukan secara terus-menerus atas suatu objek penelitian. Pengetahuan yang lebih menyeluruh dari masalah serta fenomena dan kekuatan-kekuatan sosial dapat diperoleh jika hubungan-hubungan fenomena dikaji dalam suatu interval perkembangan dalam suatu periode yang lama. Dengan memperlihatkan secara detail perubahan-perubahan yang dinamis dalam suatu interval tertentu, maka generalisasi suatu situasi atau fenomena secara dinamis dapat dibuat. Meneliti yang berkehendak menjangkau informasi faktual yang mendetail secara interval dinamakan penelitian deskriptif berkesinambungan. Jika perhatian dipusatkan pada perubahan-perubahan perilaku atau pandangan, maka teknik dalam meneliti dinamakan teknik panel. Teknik ini berupa wawancara dengan kelompok-kelompok manusia yang sama pada situasi yang berbeda. Informasi yang diinginkan bisa saja kuantitatif, seperti jumlah konsumsi, anggaran belanja keluarga, dan sebagainya.
c. Studi Kasus Maxfield mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan studi kasus atau penelitian kasus subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Subjek penelitian dapat saja berupan individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat. Peneliti ingin mempelajari secara intensif latar belakang serta interaksi lingkungan dari unit-unit sosial yang menjadi subjek. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu, yang kemudian dari sifatsifat khas di atas akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. Pada mulanya studi kasus ini banyak digunakan dalam penelitian obat-obatan dengan tujuan diagnosis, tetapi kemudian penggunaan studi kasus telah meluas sampai ke bidang-bidang lain. Hasil dari penelitian kas terkumpul dan analisis untuk membuat interpretasi serta generalisasi; dan (6) susun laporan dengan memberikan kesimpulan serta implikasi dari hasil penelitian.
d. Studi atau Penelitian Komparatif merupakan penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Dalam studi komparatif ini, memang sulit untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang dijadikan dasar pembanding, sebab penelitian komparatif tidak mempunyai kontrol. Metode penelitian komparatif adalah bersifat ex post facto. Artinya, data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dikumpulkan telah selesai berlangsung.
Peneliti dapat melihat akibat dari suatu fenomena dan menguji hubungan sebab-akibat dari data-data yang tersedia. Adapun langkah-langkah pokok dalam studi komparatif adalah sebagai berikut: (1) rumuskan dan definisikan masalah; (2) jajaki dan teliti literatur yang ada; (3) rumuskan kerangka teoretis dan hipotesis-hipotesis serta asumsi-asumsi yang dipakai; (4) buatlah rencana penelitian, (5) uji hipotesis, buat interpretasi terhadap hubungan dengan teknik statistik yang tepat; (6) buat generalisasi, kesimpulan, serta implikasi kebijakan; dan (7) susun laporan dengan cara penulisan ilmiah. Keunggulan metode ini adalah sebagai berikut: 1) Metode komparatif dapat mensubstitusikan metode eksperimental karena beberapa alasan: a) Jika sukar diadakan kontrol terhadap salah satu faktor yang ingin diketahui atau diselidiki sebab-akibatnya. b) Apabila teknik untuk mengadakan variabel kontrol dapat menghalangi penampilan fenomena secara normal ataupun tidak memungkinkan adanya interaksi secara normal. c) Penggunaan laboratorium untuk penelitian dimungkinkan, baik karena kendala teknik, keuangan, maupun etika dan normal. 2) Dengan adanya teknik yang lebih mutakhir serta alat statistik yang lebih maju, membuat penelitian komparatif dapat mengadakan estimasi terhadap parameter-parameter hubungan kausal secara lebih efektif.
e. Analisis Kerja dan Aktivitas adalah analisis kerja dan aktivitas (job and activity analysis) merupakan peneltian dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki secara terperinci aktivitas dan pekerjaan manusia, dan hasil penelitan tersebut dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk keperluan masa yang akan datang. Dalam penelitian ini, studi yang mendalam dilakukan terhadap kelakuan-kelakuan pekerja, buruh, petani, guru, dan lain-lain terhadap gerak-gerik mereka dalam melaksanakan tugas, penggunaan waktu secara efisien dan efektif, dan sebagainya. Data mengenai hal-hal yang ingin diselidiki, kemudian dianalisis, diberikan interpretasi, dan diadakan generalisasi dalam rangka menetapkan sifat-sifat dan kriteria-kriteria pekerjaan yang baik, rencana upgrading, keseimbangan berusaha dan bekerja serta aktivitas sangat berkembang.
f. Studi Waktu Gerakan Studi gerakan dan waktu (time and motion study) adalah penelitian dengan metode deskriptif yang berusaha untuk menyelidiki efisiensi produksi dengan mengadakan studi yang mendetail tentang penggunaan waktu serta perilaku pekerja dalam proses produksi. Gerak-gerak utama dalam pekerjaan diamati, dicatat, diluksikan serta dianalisis. Generalisasi dan interpretasi tentang waktu yang digunakan serta gerak-gerak utama yang terjadi, sehingga suatu kesimpulan tentang gerak-gerak yang diperlukan dalam pekerjaan, gerak-gerak yang tidak diperlukan yang dapat menghambat serta saran-saran dalam rangka memperbaiki pekerjaan dan menambah efisiensi kerja. Dalam rangka efisiensi, juga perlu dikaji alat-alat produksi yang digunakan, serta bagaimana alat-alat produksi tersebut diatur demi peningkatan efisiensi kerja.
Kriteria Pokok Metode Deskriptif
Menurut Nazir, metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok, yang dapat dibagi atas kriteria umum dan kriteria khusus. Yang termasuk ke dalam kriteria umum adalah:
a. Masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai tambah ilmiah serta tidak terlalu luas.
b. Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum.
c. Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini.
d. Standar yang digunakan untuk memberi perbandingan harus mempunyai validitas.
e. Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.
f. Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan, baik dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta studi kepustakaan yang dilakukan.
Deduksi logis harus jelas hubungannya dengan kerangka teoretis yang digunakan jika kerangka teoretis untuk itu telah dikembangkan. Adapun yang menjadi kriteria khusus adalah sebagai berikut:
a. Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value).
b. Fakta-fakta ataupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status.
c. Sifat penelitian adalah ex post facto, karena itu tidak ada kontrol terhadap variabel, dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manipulasi terhadap variabel. Variabel dilihat sebagaimana adanya.
Langkah-langkah Umum dalam Metode Deskriptif
Dalam melaksanakan penelitian deskriptif, maka langkah-langkah umum yang sering diikuti adalah sebagai berikut:
a. Memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada.
b. Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan. Tujuan dari penelitian harus konsisten dengan rumusan dan definisi dari masalah.
c. Memberikan limitasi dari area atau scope atau sejauh mana penelitian deskriptif tersebut akan dilaksanakan. Termasuk di dalamnya daerah geografis di mana penelitian akan dilakukan, batasan-batasan kronologis, ukuran tentang dalam dangkal, serta seberapa utuh daerah penelitian tersebut akan dijangkau.
 d. Pada bidang ilmu yang telah mempunyai teori-teori yang kuat, maka perlu dirumuskan kerangka teori atau kerangka konseptual yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis-hipotesis untuk diverifikasikan. Bagi ilmu sosial yang telah berkembang baik, maka kerangka analisis dapat dijabarkan dalam bentuk-bentuk model matematika.
e. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan.
f. Merumuskan hipotesis-hipotesis yang ingin diuji, baik secara eksplisit maupun secara implisit.
g. Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data, gunakan teknik pengumpulan data yang cocok untuk penelitian.
h. Membuat tabulasi serta analisis statistik dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan. Kurangi penggunaan statistik sampai kepada batasbatas yang dapat dikerjakan dengan unit-unit pengukuran yang sepadan.
i. Memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi sosial yang ingin diselidiki serta dari data yang diperoleh serta referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan.
j. Mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesishipotesis yang ingin diuji. Berikan rekomendasi-rekomendasi untuk kebijakan-kebijakan yang dapat ditarik dari penelitian.
k. Membuat laporan penelitian dengan cara ilmiah.
E.               Metode Grounded Research
Metode penelitian ini dicetuskan oleh Glasser dan Strauss (1967). Penelitian ini lawan dari penelitian secara verifikasi. Nazir (2005: 74) menyatakan bahwa grounded research adalah suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisis perbandingan bertujuan mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori, dan mengembangkan teori di mana pengumpulan data dan analisis data berjalan pada waktu yang bersamaan. Berdasarkan definisi di atas diketahui bahwa metode yang digunakan dalam grounded research adalah reaksi terhadap metode penelitian yang asasnya verifikasi teori. Dalam grounded research, data merupakan sumber teori, dan teori disebut grounded karena teori tersebut berdasarkan data. Adapun yang menjadi tujuan grounded research adalah untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapakn konsep-konsep, membuktikan teori, dan mengembangkan teori.
Ciri-Ciri Grounded Research Metode
Penelitian ini memiliki ciri tersendiri. Adapun ciri yang paling utama dari grounded research adalah menggunakan data sebagai sumber teori, sehingga teori yang dibangun hanya berdasarkan logika tidak ada tempatnya dalam penganut grounded research. Ciri lain dari grounded research adalah menonjolnya peranan data dalam penelitian. Data merupakan sumber dari teori dan hipotesis. Dalam grounded research, yang menjadi dasar analisis adalah sifat-sifat yang ditemukan, yang mana sifat-sifat penting untuk membedakan satu dengan yang lain dikelompokkan dalam kategori. Dalam grounded research, kategori adalah konsep-konsep berdasarkan hasil perbandingan data. Kategori merupakan suatu konsep yang dapat digunakan untuk menegaskan perbedaan dan persamaan dari apa yang diperbandingkan. Kategori dan sifat-sifat tersebut merupakan dasar utaman analisis dalam grounded research.
Langkah-langkah Grounded Research
Adapun langkah-langkah yang ang harus dilaksanakan dalam grounded research adalah sebagai berikut:
a. Menentukan masalah yang diteliti;
b. Mengumpulkan data yang dibutuhkan;
c. Menganalisis dan menjelaskan data yang terkumpul.
d. Membuat laporan penelitian
F.               Metode Eksperimental
Eksperimen merupakan observasi di bawah kondisi buatan (artifical condition) dimana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti. Dengan demikian, penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol. Metode eksperimen sering dilakukan dalam penelitian ilmu-ilmu eksakta. Walaupun demikian, penggunaan metode eksperimen di dalam ilmu-ilmu sosial, akhir-akhir ini semakin banyak yang menggunakan. Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab-akibat berapa besar hubungan sebab-akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menyediakan kontrol untuk perbandingan.
Penelitian eksperimental dapat mengubah teori-teori yang telah uang. Percobaan-percobaan dilakukan untuk menguji hipotesis serta untuk menemukan hubungan-hubungan kausal yang baru. Akan tetapi, walaupun hipotesis telah dapat diuji dengan metode percobaan, tetapi penerimaan atau penolakan hipotesis bukanlah merupakan penemuan suatu kebenaran yang mutlak.
Kriteria Umum Metode Eksperimen
Pada dasarnya, kriteria umum dari metode eksperimental tidak jauh dengan metode penelitian yang lainnya. Beberapa kriteria penting yang terdapat dalam metode eksperimental yaitu:
a. Masalah yang dipilih harus masalah yang penting dan dapat dipecahkan.
b. Faktor-faktor serta variabel dalam percobaan harus didefinisikan seterang-terangnya.
c. Percobaan harus dilaksanakan dengan desain percobaan yang cocok, sehingga maksimisasi variabel perlakuan dalam meminimisasikan variabel pengganggu dan variabel random.
d. Ketelitian dalam observasi serta ketepatan ukuran sangat diperlukan.
e. Metode, material, serta referensi yang digunakan dalam penelitian harus dilukiskan seterang-terangnya karena kemungkinan pengulangan percobaan ataupun penggunaan metode dan material untuk percobaan lain dalam bidang yang serupa.
f. Interpretasi serta uji statistik harus dinyatakan dalam beda signifikan dari parameter-parameter yang dicari atau yang diestimasikan.
Merencanakan Percobaan
Setiap percobaan yang dilakukan harus direncanakan sebaik mungkin, sehingga dalam pelaksanaan percobaan sudah ada garis pembatas yang nyata tentang apa yang akan dikerjakan dan apa yang tidak boleh dikerjakan. Terdapat langkah penting yang diperlukan dalam percobaan yang harus jelas diberikan, yaitu:
1) Rumusan masalah serta pernyataan tentang tujuan percobaan atau penelitian.
2) Gambaran dari percobaan yang akan dilakukan, termasuk tentang besarnya percobaan, jumlah dan jenis perlakuan, material yang dipakai dan sebagainya.
3) Outline dari penganalisisan yang akan dikerjakan.
Masalah harus dirumuskan dan dijabarkan dalam pernyataanpernyataan tentang tujuan percobaan. Kegunaan percobaan harus dinyatakan secara spesifik.


G.              Metode Historis
Menurut Kuntowijoyo metode historis merupakan prosedur pemecahan masalah dengan menggunakan data masa lalu atau peninggalan-peninggalan masa lalu untuk memahami kejadian atau suatu keadaan yang berlangsung pada masa lalu. Hasil dari penelitian historis dapat dipergunakan untuk meramalkan kejadian atau keadaan masa yang akan datang. Metode Historis lebih memusatkan pada data masa lalu berupa peninggalan atau artefak, dokumen, arsip, dan tempat-tempat yang dianggap keramat. Tujuan penelitian historis adalah membuat rekontruksi masa lampau secara objektif, dan sistematis dengan mengumpulkan, memverifikasikan, menginterpretasi, mensintesa dan menuliskan menjadi kisah sejarah.
Langkah-langkah atau cara kerja sejarawan dalam penelitian Historis, yaitu sebagai berikut :
1. Pengumpulan objek yang berasal dari suatu zaman dan pengumpulan bahan-bahan tertulis dan lisan yang relevan ( Heuristik )
2. Menyingkirkan bahan-bahan yang tidak otentik ( Kritik Sumber/verifikasi ) 18
3. Menyimpulkan kesaksian yang dapat dipercaya berdasarkan bahan-bahan yang otentik ( Interpretasi )
4. Penyusunan kesaksian dan bukti-bukti yang dapat dipercaya menjadi suatu kisah atau tulisan bersejarah.
Kuntowijoyo membagi penelitian Historis menjadi empat tahapan meliputi :
1. Heuristik, yaitu mencari dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah yang diperlukan. Sumber sejarah dapat berupa sumber tulisan, lisan, audio visual, primer dan sekunder.
2. Kritik/verifikasi, yaitu melakukan seleksi terhadap sumber-sumber sejarah yang telah ditemukan. Kritik sejarah dapat berupa otensitas atau keaslian sumber (kritik ekstern) dan kredibelitas atau dapat dipercaya (kritik intern).
3. Interpretasi, yaitu memberikan penafsiran terhadap data-data yang telah diperoleh selama penelitian sehingga menjadi sebuah urutan peristiwa yang kronologis. Interpretasi terbagi atas analisis dan sintesis.
4. Sintesa,yaitu proses penulisan dalam bentuk hasil penelitian.








DAFTAR PUSTAKA

Furchan, A. 2004. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya.
Nazir. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Siyoto Sandu dan Sodik Ali. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Rabu, 07 Juni 2017

Analisis Perusahaan


BAB I
STANDAR OPERASIONAL PERUSAHAAN
A.    Pendahuluan
Proses pada suatu pekerjaan harus dirancang dan dikembangkan, kesalahan prosedur dapat terjadi, bila suatu pekerjaan tidak dirancang dengan baik, dapat menimbulkan  kecelakaan atau kerusakan. Untuk itu perlu dibuat suatu prosedur tetap yang bersifat standard, sehingga siapa sajapun, kapan sajapun dan dimana sajapun dilakukan langkah-langkahnya tidak berubah. Langkah-langkah kerja yang tertib ini disebut SOP (standard operating procedures), sebutan lainnya Protap (Prosedur tatap).
Suatu SOP harus memiliki akurasi uraian proses kejadian beserta pengendaliannya, antara lain:
·         Ada daftar bahan dan komponen suatu proses dengan karakteristik kualitas minimal; khususnya ada penjelasan jumlah komponen standar yang digunakan.
·         Ada deskripsi lengkap komponen (sampel) yang mesti dipersiapkan sebelum pekerjaan dilaksanakan; terdiri dari uraian atau formulasi komponen khusus atau acuan layak termasuk jumlah dan nomor seri komponen.
·         Ada daftar karakteristik perlengkapan (equipment), seperti: kapasitas, kepresisian, keterbatasan, dayasuai (compatibilities), indikasi nama perlengkapan khusus.
·         Ada deskripsi langkah-langkah proses peristiwa termasuk skala atau kapasitas  operasi.
·         Ada parameter pengendalian proses, metode dan keberhasilan. Metode tes atau observasi yang merupakan pengendalian proses yang efektif dan pengujian harus mempunyai dokumentasi.
·         Ada diagram alir kerja.
·         Ada pengujian efektivitas baik dalam proses maupun sesudah ada produk, ini  dibatasi atau ada kriteria yang dapat diterima pihak profesional.
·         Ada contoh perhitungan, estimasi waktu, kartu isian.
·         Ada biaya, alat angkut, dan daftar faktor pengganggu.
·         Ada yang pelaksana dan pertanggungjawaban; siapa melaksanakan apa?
·         Ada akuntabilitas pimpinan.
·         Ada pelaporan dan dokumentasi.

Gambar di bawah ini terlihat suatu tugas terdiri dari beberapa aktivitas, dan suatu aktivitas berkembang menjadi beberapa operasi, dan suatu operasi dapat diuraikan dalam beberapa langkah.






Lembaga yang bekerja menggunakan SOP akan menghasilkan :
1) membawa perbaikan mutu;
2) menambah keluwesan;
3) Mengidentifikasi karyawan yang mempunyai kekurangan dalam produktivitas dan mutu;
4) Mengurangi fungsi-fungsi pelayanan dalam jurusan, seperti inpeksi dosen terhadap mahasiswa;
5) Mengembangkan sikap yang lebih menguntungkan terhadap tanggung jawab, tingkat kerja individu, laju kerja individu, dan distribusi beban kerja.

B.     Format dan Manajemen
Pada suatu SOP akan tergambar identifikasi, pengendalian, kemampuan selusur, konsistensi, dan akuntabilitas. Suatu SOP hendaklah mempunyai format sebagai berikut :
1) Nama lembaga, nama selain pada kop juga ada pada setiap halaman.
2) Judul, judul harus jelas terurai dan terukur. Karena, pada setiap prosedur diuraikan bagaimana mengerjakannya, judul mesti bergaya bahasa perintah (direktif) untuk menjelaskan ‘siapa mengerjakan apa’. Suatu SOP berjudul "Bahan bakar solar untuk injeksi motor Diesel ” tidak menggambarkan prosedur; lebih cocok diberi judul “Proses injeksi bahan bakar solar pada motor Diesel.” Gaya bahasa direktif, seperti., "Pengujian dari...," "Operasi dari...." atau "Perawatan dari...".
3)  Halaman, harus tertulis "halaman 3 dari 7", ini menggambarkan ada kelanjutan.
4) Identifikasi dan Pengendalian,  pada suatu Prosedur  mesti teridentifikasi keunikannya. Identifikasi untuk mempersiapkan akuntabilitas, dan gambaran suatu dokumentasi  sampai fasilitas dan masa kedaluwarsaan perubahan. Akuntabilitas dan gambaran prosedur berdasarkan pada sejumlah identifikasi atau kode, yang merupakan pengendalian (seperti., kapan dan berapa kali revisi atau jumlah edisi SOP dilakukan).
5) Tujuan, suatu tujuan atau sasaran prosedur mesti dapat diulang (repeat) dan dapat dikembangkan, dan dinyatakan dalam gaya bahasa perintah, seperti., operasi, prosedur, proses, monitoring, dan rutinitas perawatan dengan perusahaan ABC dand XYZ sistem WFI.
6) Ruang lingkup. Ruang lingkup (scope) harus mempunyai batas penggunaan prosedur. Apakah itu, sampel tertentu sesuai pengujian dengan metode ini? Apakah operasi ini terpakai hanya pada perlengkapan tertentu atau bagian tertentu? Apakah ada batasan kapasitas,  volume prosedur?
7) Tanggung Jawab. Siapa bertanggung jawab melaksanakan uraian pekerjaan? Siapa melaporkan pekerjaan? Apakah diperlukan pelatihan khusus atau sertifikat? Pada sesi ini dibatasi karyawan yang melaksanakan, seperti: siapa yang mempunyai atau sesuai kualifikasi dalam melaksanakan uraian pekerjaan. Itu akan diatur suatu tahapan untuk sejumlah detail dalam dokumen berikut.
8) Prosedur. Uraikan prosedur dalam langkah demi langkah (step-by-step) atau kronologis cara kerja. Gunakan kata kerja aktif dan pernyataan langsung, seperti., "Tambahkan 100.0 ml air murni, PN 0128."
9) Kebutuhan Perhitungan / Penanganan data / Dokumensi. Uraikan bagaimana data mentah diolah dan dilaporkan. Sediakan contoh perhitungan, bila ada.
C. Jenis Prosedur
SOP sering dibagi dalam beberapa jenis prosedur, antara lain Manufacturing Procedures (MPs), Quality Test Methods (QTMs), atau Test Methods (TMs), yang dirancang dan diformat khusus untuk evaluasi pekerjaan. Persis, seperti prosedur kalibrasi atau Prosedur perawatan preventif. Kategorisasi prosedur berguna, namun lebih baik kategorisasinya berdasarkan pada jenis uraian aktvitas. Ini lebih sering sebut pembuatan SOP berdasarkan fungsional, ada juga SOP dikembangkan berdasarkan bidang pekerjaan.
Kategorisasi memberi format lebih khusus untuk setiap jenis prosedur. Acuan harus sesuai prosedur pengujian, seperti suatu standar kalibrasi alat harus sesuai dengan prosedur kalibrasi. Pengkategorisasian minimal merupakan suatu alat penilaian keberhasilan minimal karyawan.
D. Visi dan Misi

Ø  Visi
Menjadi perusahaan otomotif terhandal dan terpercaya di dalam negeri.
http://www.indomobil.com/imx/spacer.gif
Ø  Misi
  • Mengembangkan seluruh sumber daya yang dimiliki secara berkesinambungan untuk meningkatkan profesionalisme bagi kepuasan pelanggan.
  • Memberikan konstribusi dan berupaya sepenuhnya bagi pengembangan usaha Indomobil.
  • Memberikan komitmen dan nilai terbaik bagi seluruh pihak yang berkepentingan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.
E. Sejarah Perusahaan
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (Perseroan) merupakan suatu kelompok usaha terpadu yang memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang terkemuka di Indonesia. Perseroan didirikan pada tahun 1976 dengan nama PT. Indomobil Investment Corporation dan pada tahun 1997 dilakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT. Indomulti Inti Industri Tbk
Sejak saat itulah status Perseroan berubah menjadi perusahaan terbuka dengan nama PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk, dengan kantor pusatnya di Wisma Indomobil I, lantai 6, Jl. MT. Haryono Kav 8, Jakarta Timur - 13330.
Bidang usaha utama Perseroan dan anak perusahaan meliputi: pemegang lisensi merek, distributor penjualan kendaraan, layanan purna jual, jasa pembiayaan kendaraan bermotor, distributor suku cadang dengan merek “IndoParts”, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif serta kelompok usaha pendukung lainnya.
Semua produk dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan dengan standar kualitas yang dijamin oleh perusahaan prinsipal serta didukung oleh layanan purna jual yang prima melalui jaringanjaringan 3S (Sales, Service, dan Spareparts) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Perseroan mengelola merk-merk terkenal dengan reputasi internasional yang meliputi Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan, Renault, Renault Trucks, Suzuki, Volkswagen, Volvo, Volvo Trucks, dan Mack Trucks.
Produk-produk yang ditawarkan meliputi jenis kendaraan bermotor roda dua, kendaraan bermotor roda empat, bus, truk, forklift, dan alat berat lainnya. Melalui sinergi dari 4.224 karyawan tetap yang tersebar di seluruh anak perusahaan di Indonesia telah mampu menopang Perseroan menjadi salah satu perusahaan di bidang Otomotif yang terkemuka.
Perseroan secara terus menerus mengembangkan kemampuan, pengetahuan, ketrampilan, dan pemahaman nilai-nilai yang secara terus menerus dijalankan melalui program pelatihan baik yang diselenggarakan di dalam maupun di luar Perseroan, program konseling, coaching, seminar, dan praktek kerja lapangan (on the job training).
Pengembangan kompetensi, dan jenjang karir, telah menjadi satu prioritas kegiatan Perseroan dan telah dikemas dalam suatu sistem yang dievaluasi secara terus menerus. Usaha keras tersebut membuahkan hasil yang sangat baik melalui pencapaian laba bersih Perseroan sebesar Rp. 448,67 milyar dalam tahun buku 2010 ini.



NB: Dikarenakan pada perusahaan yang kami dapat tidak ditemukan SOP maka tidak kami cantumkan isi SOP
BAB II
PENETAPAN HUKUM UNTUK PEKERJA

Setiap perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan jasa dan/atau barang baik nasional maupun multinasional dalam menjalankan manajemen dan operasionalnya sehari-hari yang berkaitan dengan ketenagakerjaan pastinya membutuhkan suatu peraturan perusahaan yang berlaku dan dipatuhi oleh seluruh karyawan agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengertian peraturan perusahaan berdasarkan Pasal 1 angka 20 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib perusahaan. Peraturan perusahaan disusun oleh pengusaha dan menjadi tanggung jawab dari pengusaha yang bersangkutan. Penyusunan peraturan perusahaan dilakukan dengan memperhatikan saran dan pertimbangan dari wakil pekerja/buruh di perusahaan yang bersangkutan.
Peraturan perusahaan bertujuan untuk menjamin keseimbangan antara hak dan kewajiban pekerja, serta antara kewenangan dan kewajiban pengusaha, memberikan pedoman bagi pengusaha dan pekerja untuk melaksanakan tugas kewajibannya masing-masing, menciptakan hubungan kerja harmonis, aman dan dinamis antara pekerja dan pengusaha, dalam usaha bersama memajukan dan menjamin kelangsungan perusahaan, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Menurut Pasal 111 UU Ketenegakerjaan, Peraturan perusahaan sekurang-kurangnya memuat:
1.      Hak dan kewajiban pengusaha;
2.      Hak dan kewajiban pekerja/buruh;
3.      Syarat kerja;
4.      Tata tertib perusahaan; dan
5.      Jangka waktu berlakunya peraturan perusahaan.
Pengusaha yang mempekerjakan paling sedikit 10 (sepuluh) orang pekerja/buruh wajib membuat peraturan perusahaan. Peraturan perusahaan mulai berlaku setelah mendapat pengesahan dari Menteri atau Pejabat yang ditunjuk dan peraturan perusahaan berlaku untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun serta wajib diperbaharui setelah habis masa berlakunya.
Peraturan perusahaan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak naskah peraturan perusahaan diterima harus sudah mendapat pengesahan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk. Apabila peraturan perusahaan telah memenuhi ketentuan dalam Pasal 111 ayat (1) dan (2) UU Ketenagakerjaan, tetapi dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja belum mendapatkan pengesahan dari Menteri atau Pejabat yang ditunjuk, maka peraturan perusahaan dianggap telah mendapatkan pengesahan. Namun, apabila peraturan perusahaan belum memenuhi persyaratan dalam Pasal 111 ayat (1) dan (2) UU Ketenagakerjaan, maka Menteri atau pejabat yang ditunjuk harus memberitahukan secara tertulis kepada pengusaha mengenai perbaikan peraturan perusahaan. Dan dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggal pemberitahuan diterima oleh pengusaha, pengusaha wajib menyampaikan kembali peraturan perusahaan yang telah diperbaiki tersebut kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk.
Pasal 113 UU Ketenagakerjaan mengatur bahwa perubahan peraturan perusahaan sebelum berakhir jangka waktu berlakunya hanya dapat dilakukan atas dasar kesepakatan antara pengusaha dan wakil pekerja/buruh. Hasil perubahan peraturan perusahaan harus mendapat pengesahan dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk. Pengusaha wajib memberitahukan dan menjelaskan isi peraturan perusahaan, serta memberikan naskah peraturan perusahaan atau perubahannya kepada pekerja/buruh.
Pasal 188 UU Ketenagakerjaan mengatur ketentuan sanksi pidana pelanggaran berupa denda paling sedikit Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) atas pelanggaran Pasal 111 ayat (3) UU Ketenagakerjaan mengenai jangka waktu berlakunya peraturan perusahaan dan Pasal 114 UU Ketenagakerjaan tentang kewajiban pengusaha untuk memberitahukan dan menjelaskan isi peraturan perusahaan serta memberikan naskah peraturan perusahaan kepada pekerja/buruh.
Pada Perusahaan IndoMobil Group terdapat beberapa aturan diantaranya sebagai berikut :

Karyawan:
Mereka yang mempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Pengang-katan/Perjanjian Kerja yang sah dan menerima upah.

Istri/Suami Karyawan:
1 (satu) orang istri/suami dari perkawinan yang sah dan terdaftar pada Bagian HRD.

Anak Karyawan:
Anak dari istri yang sah, berusia di bawah 21 (dua puluh satu) tahun, belum bekerja, belum menikah, serta terdaftar di bagian HRD.
Pekerjaan:
Pekerjaan yang dijalankan oleh Karyawan untuk Perusahaan dalam suatu hubungan kerja tertentu yang telah disepakati bersama dalam suatu ikatan hubungan kerja.
Contoh salah satu pasal yang terdapat di Peraturan Perusahaan IndoMobil Group :
BAB IX
PENINGKATAN KETERAMPILAN KARYAWAN
Pasal 38
Pelatihan dan Pendidikan Karyawan
1. Untuk meningkatkan dan menambah kemampuan karyawan serta untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan tenaga-tenaga terampil, Perusahaan sewaktu-waktu dapat mengadakan pelatihan yang dibiayai oleh Perusahaan.
2. Penentuan mengenai sifat/jenis, tempat, serta jangka waktu untuk pelatihan/pendidikan diatur tersendiri melalui Surat Keputusan Direksi.









BAB III
KESEJAHTERAAN BAGI WARGA INTERNAL MAUPUN EKSTERNAL

Warga Internal
1.      Kesejahteraan bagi warga internal (pegawai) meliputi pembagian hasil upah dan waktu kerja sebagai mana yang mestinya.
2.      Perhitungan upah kerja lembur sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor Kep/102MEN/VI/2004 tanggal 25 Juni 2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.
3.      Istirahat sakit dapat diberikan kepada karyawan yang menderita sakit sedemikian beratnya sehingga tidak dapat melakukan tugas dengan semestinya berdasarkan Surat Keterangan dari Dokter.
4.      Perusahaan memberikan Tunjangan Makan kepada setiap karyawan yang nilainya diatur tersendiri melalui Surat Keputusan Direksi.
5.      Perusahaan memberikan Tunjangan Transport kepada setiap karyawan yang jumlahnya diatur tersendiri melalui Surat Keputusan Direksi.
6.      Serta tunjangan lainnya

Warga Eksternal
1.      Masyarakat dapat memanfaatkan dan merasakan hasil dari pembelian produk di perusahaan
2.      Memudahkan masyarakat dalam menjalani berbagai kegiatan seperti pergi ke kantor menggunakan kendaraan yang berkualitas karena alat dan bahan yang digunakan juga berkualitas





DAFTAR PUSTAKA
1.      Jurnal Peraturan Perusahaan IndoMobil Group
2.      Jurnal Pengertian Standar Operasional Perusahaan

Rabu, 19 April 2017

Melangkah Menuju GEMMA

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Pada makalah ini akan dibahas sebuah komunitas yang bernama GEMMA INSANI. Sebelum dinamakan GEMMA INSANI, komunitas tersebut bernama G3MBOK.
 



1.      LATAR BELAKANG
2010-2012 : G3MBOK
G3MBOK (Gerakan Edukasi, Empati, Entrepreneur Mahasiswa Bogor-Depok) merupakan Awal mula terbentuknya GEMMA INSANI (GI). Berawal dari 10 orang mahasiswa yang memiliki pemikiran, latarbelakang yang berbeda, namun memiliki cita-cita yang sama. Yakni, membuat sebuah gerakan perubahan untuk berpartisipasi menciptakan Masyarakat Indonesia yang lebih baik.

Jumat, 07 April 2017

Kepiluan Bangsa Akibat Human Trafficking

Perdagangan manusia adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.

Kamis, 29 Desember 2016

Menjemput Asa

(Manusia dan Harapan) 


(Sumber: Google Harapan)

Harapan. Siapa yang tidak memiliki harapan dalam cerita di alam fana ini?. Tentu sangatlah jelas, semua memiliki harapan. Ukiran harapan indah yang diangan-angankan sejumlah makhluk hidup. Harapan yang terkadang membuat manusia dimabuk kepayang untuk menggapainya. Harapan memiliki pengaruh yang besar dalam denyut kehidupan.

Selayaknya Keadilan

(Manusia dan Keadilan)



(Sumber: Google)

Kehidupan yang adil ialah dambaan kita. Akan tetapi banyak yang mengira jika kehidupan yang dijalaninya tidak adil bagi dirinya. Keadilan yaitu  hal-hal yang berkenaan pada sikap dan tindakan dalam hubungan antar manusia yang berisi sebuah tuntutan agar sesamanya dapat memperlakukan sesuai hak dan kewajibannya.

Sabtu, 24 Desember 2016

Hempaskan Derita


(Manusia dan Penderitaan)



(Sumber: Google)

Mungkin banyak insan yang memiliki pola fikir jika hidupnya tidak bahagia karena beberapa faktor yang dialaminya. Sering kita jumpai kejadian yang sangat menyayat hati, terutama pada saat ini. Tidak sedikit muda-mudi yang memadu kasih dengan menjalin sebuah ikatan dengan istilah “Pacaran”. Menyenangkan memang jika yang didapati sebuah kasih sayang, tapi tidak untuk kisah seorang Mahasiswi cantik bernama Melati. Melati yang merasa tidak diperdulikan oleh orang tuanya, dan menginginkan sepucuk saja perhatian yang dapat membahagiakannya.