Jumat, 17 April 2020

Aspek Desain Produk


Terdapat aspek-aspek desain produk, yaitu mencakup (Kotler dan Keller, 2009):
1.    Bentuk
       Banyak produk dapat diferensiasikan berdasarkan bentuk-ukuran, bentuk        atau struktur fisik produk.
2.    Fitur
Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan memvariasikan fitur yang melengkapi fungsi dasar mereka. Sebuah perusahaan dapat mengidentifikasi dan memilih fitur baru yang tepat dengan mensurvei        pembeli terbaru dan kemudian menghitung perbandingan nilai pelanggan dan biaya perusahaan untuk setiap fitur potensial.
3.    Kinerja
       Merupakan tingkat dimana karakteristik utama produk beroprasi. Kualitas menjadi dimensi yang semakin penting untuk diferensiasi ketika perusahaan menerapkan sebuah model nilai dan memberikan kualitas yang lebih tinggi dengan uang yang lebih rendah.
4.    Kesesuaian
       Merupakan tingkat dimana semua unit yang diproduksi identik dan memenuhi spesifikasi yang dijanjikan.
5.    Ketahanan
       Merupakan ukuran umur operasi produk dalam kondisi biasa atau penuh tekanan, merupakan atribut berharga untuk produk-produk tertentu.
6.    Kehandalan
       Merupakan ukuran probabilitas bahwa produk tidak akan mengalami malfungsi atau gagal dalam periode waktu. Suatu produk dikatakan baik akan memilki keandalan sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
7.    Gaya
       Gaya menggambarkan penampilan dan rasa produk kepada pembeli. Gaya adalah kelebihan dalam menciptakan perbedaan yang sulit ditiru. Gaya bisa menarik atau bahkan membosankan. Gaya sensasional bisa menarik perhatian dan menghasilkan estetika yang indah, tetapi gaya tersebut tidak benar-benar membuat kinerja produk menjadi lebih baik.
8.    Kemudahan Perbaikan
       Merupakan ukuran kemudahan perbaikan produk ketika produk itu rusak, tidak berfungsi atau gagal. Kemudahan perbaikan yang ideal terjadi jika pengguna dapat memperbaiki sendiri produk tersebut dengan sedikit biaya dan waktu.
            Desain produk menunjukkan bahwa desain tidak hanya menampilkan tampilan yang menarik (eye-catching) saja, namun juga memberikan nilai kegunaan produk yang sesuai dengan harapan konsumen. Desain dapat mencapai inti suatu produk, maka dari itu desain dapat dijadikan alat persaingan yang sangat baik oleh perusahaan dalam pemasarannya.

ASPEK DALAM MEMBANGUN BISNIS


1. Aspek Pasar dan Pemasaran
a. Apakah ada konsumen yang potensial untuk membeli produk?
b. Jika ada, seberapa besar pasar nyata dan potensi?
c. Bagaimana peta kondisi pesaing?
d. Bagaimana perilaku konsumen?
e. Strategi apa yang harus dijalankan untuk memenangkan persaingan dan merebut pasar?
            Dalam penentuan pasar ada beberapa kriteria pasar yang harus diukur untuk mempermudah penentuan pasar sasaran, yaitu :
a. Pasar potensial adalah sekumpulan konsumen yang menyatakan tingkat minat yang memadai terhadap penawaran pasar.
b. Pasar tersedia adalah sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, pendapatan, akses dan kualifikasi untuk penawaran pasar tertentu.
c. Pasar sasaran (pasar terlayani) adalah bagian dari pasar tersedia yang akan dimasuki oleh perusahaan berdasarkan pada kesiapan dan kebijakan perusahaan.
d. Pasar sasaran (pasar terlayani) adalah bagian dari pasar tersedia yang akan dimasuki oleh perusahaan berdasarkan pada kesiapan dan kebijakan perusahaan.
e. Cara melakukan  Riset Pasar dengan terjun langsung kelapangan dengan cara observasi, wawancara maupun kuesioner.

2. Aspek Keuangan
Hal-hal yang perlu digambarkan, yaitu:
a. Besarnya investasi, berarti jumlah dana yang dibutuhkan untuk modal investasi.
b. Pembelian biaya operasional, biaya non operasional maupun belanja modal kerja.
c. Pendapatan yang akan diterima selama menjalankan usaha.
d. Pendapatan yang akan diterima selama menjalankan usaha.

3. Aspek Teknis/Operasi
Dalam aspek teknis atau operasi, hal-hal yang perlu digambarkan adalah:
a. Lokasi usaha
Lokasi merupakan tempat melayani konsumen. Dengan demikian, perlu dicari lokasi yang tepat sebagai tempat usaha.
b. Penentuan layout/tata letak
Penentuan layout perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan, keindahan, efisiensi, biaya, dan fleksibilitas.
c. Teknologi yang digunakan
Teknologi yang digunakan harus sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini dan yang akan datang, serta harus disesuaikan dengan luas produksi, supaya tidak terjadi kelebihan kapasitas.
d. Volume produksi
Volume produksi harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi permintaan, sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan kapasitas. Volume operasi yang berlebihan akan menimbulkan masalah dalam penyimpanan, sedangkan volume produksi yang kurang akan menyebabkan hilangnya pelanggan.
e. Bahan baku dan bahan penolong
Bahan baku dan bahan penolong serta sumber daya yang diperlukan harus cukup tersedia. Persediaan tersebut harus sesuai dengan volume produksi.
f. Tenaga kerja
Meliputi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan kualifikasi yang sesuai dengan pekerjaan yang ada agar penyelesaian pekerjaan bisa lebih cepat, tepat dan hemat.

4. Aspek Ekonomi Sosial
Dampak ekonomi meliputi:
a. Jumlah tenaga kerja yang tertampung, baik yang bekerja di pabrik maupun masyarakat yang di luar pabrik.
b. Meningkatkan pendapatan masyarakat.
c. Meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dampak sosial yang muncul akibat adanya usaha berupa tersedianya sarana dan prasarana, antara lain:
a. Pembangunan jalan
b. Penerangan
c. Sarana telepon
d. Sarana air minum

5. Aspek Dampak Lingkungan
a. Dampak terhadap air.
b. Dampak terhadap tanah.
c. Dampak terhadap udara.
d. Dampak terhadap kesehatan manusia


DASAR KEWIRAUSAHAAN


Pengertian Kewirausahaan Menurut Ahli
            Definisi atau pengertian kewirausahaan sebenarnya sanggat beragam menurut beberapa pendapat. Akan tetapi makna dari pengertian kewirausahaan itu tidak jauh berbeda. Kewirausahaan adalah sikap, jiwa, dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bemilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya. Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya.
            Dari waktu ke waktu, hari ke hari, minggu ke minggu selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi semua peluang dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki substansi yang agak berbeda.
Jadi entrepreneur atau kewirausahaan adalah merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan, kejiwaan, sosial, dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya.
            Selain itu, pengertian kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.
            Dari beberapa pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian kewirausahaan adalah sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, resiko sosial, dan akan menerima reward berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.
Tujuan Adanya Kewirausahaan
1.      Meningkatkan jumlah wirausahawan yang berkualitas.
2.      Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausahawan untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
3.      Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat.
4.      Menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat.

Manfaat Adanya Wirausaha
1.      Memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial.
2.      Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
3.      Memberi contoh bagaimana harus bekerja keras, tekun dan tipdak melupakan perintah agama.
4.      Contoh bagi masyarakat sebagai pribadi yang unggul yang patut diteladani.
5.      Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteraan.
6.      Berusaha mendidik para karyawan menjadi orang yang mandiri, disiplin, tekun dan jujur menghadapi pekerjaan.
7.      Berusaha mendidik masyarakat agar hidup efisien, tidak berfoya-foya, dan tidak boros.
            Sasaran kewirausahaan adalah para generasi muda, anak sekolah, calon wirausahawan, pelaku ekonomi, dan intansi pemerintah yang melakukan kegiatan usaha.

Asas-asas kewirausahaan
1.      Kemampuan untuk berkarya dalam kebersamaan berlandaskan etika bisnis yang sehat
2.      Kemauan bekerja secara tekun, teliti, dan produktif
3.      Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis termasuk keberanian mengambil resiko bisnis
4.      Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian
5.      Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif
Sasaran Kewirausahaan
1.      Para generasi muda pada umumnya, anak-anak putus sekolah dan calon wirausahawan
2.      Para pelaku ekonomi yang terdiri atas para pengusaha kecil dan koperasi
3.      Instansi pemerintah yang melakukan kegiatan usaha (BUMN), organisasi profesi, dan kelompok-kelompok masyarakat.
            M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993; 6-7 ) mengemungkakan delapan karakteristik yang meliputi :
1.      Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
2.      Lebih memilih risiko yang moderat.
3.      Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil
4.      Selalu menghendaki umpan balik yang segera
5.      Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan
6.      Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik .
7.      Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah
8.      Selalu menilai prestasi dengan uang.
      Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan artinya risiko yang di ambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung oleh komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai ada hasil. Hasil-hasil ini harus nyata/jelas dan objektif dan merupakan umpan balik bagi kelancaran kegiatannya. Dengan semangat optimis yang tingggi karena ada hasil yang diperoleh, maka uang selalu dikelolah secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya.
      Dalam mencapai keberhasilannya, seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. Dalam Enterpreneurship and Small Enterprise Development Report (1986) yang dikutip oleh M. Scarborough dan Thomas W. immerer 1993;5) dikemungkinan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil,
Diantaranya memiliki ciri-ciri :
·         Proaktif, yaitu berinisiatif dan tegas
·         Berorientasi pada prestasi, yang tercermin dalam padangan dan bertindak terhadap peluang, orientasi efisiensi, mengutamakan kualitas pekerjaan, berencana, dan mengutamakan monitoring
·         Komitmen kepada orang lain, misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis.