Pengertian
Kewirausahaan Menurut Ahli
Definisi
atau pengertian kewirausahaan sebenarnya sanggat beragam menurut beberapa pendapat.
Akan tetapi makna dari pengertian kewirausahaan itu tidak jauh berbeda.
Kewirausahaan adalah sikap, jiwa, dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang
baru yang sangat bemilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan
merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta,
berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan
dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya. Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap
wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya.
Dari
waktu ke waktu, hari ke hari, minggu ke minggu selalu mencari peluang untuk
meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa
berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi semua peluang dapat
diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam
mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Istilah
wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki
substansi yang agak berbeda.
Jadi entrepreneur atau kewirausahaan
adalah merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan
seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan,
kejiwaan, sosial, dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan
pribadinya.
Selain
itu, pengertian kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang
dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.
Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru
dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak
inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada
hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki
kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.
Dari
beberapa pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian kewirausahaan
adalah sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang
dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana
pendukung, fisik, resiko sosial, dan akan menerima reward berupa keuangan dan
kepuasan serta kemandirian personal.
Tujuan
Adanya Kewirausahaan
1.
Meningkatkan jumlah wirausahawan yang
berkualitas.
2.
Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para
wirausahawan untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
3.
Membudayakan semangat, sikap, perilaku
dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat.
4.
Menumbuhkembangkan kesadaran dan
orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat.
Manfaat
Adanya Wirausaha
1.
Memberi bantuan kepada orang lain dan
pembangunan sosial.
2.
Menambah daya tampung tenaga kerja,
sehingga dapat mengurangi pengangguran.
3.
Memberi contoh bagaimana harus bekerja
keras, tekun dan tipdak melupakan perintah agama.
4.
Contoh bagi masyarakat sebagai pribadi
yang unggul yang patut diteladani.
5.
Sebagai generator pembangunan
lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteraan.
6.
Berusaha mendidik para karyawan menjadi
orang yang mandiri, disiplin, tekun dan jujur menghadapi pekerjaan.
7.
Berusaha mendidik masyarakat agar hidup
efisien, tidak berfoya-foya, dan tidak boros.
Sasaran
kewirausahaan adalah para generasi muda, anak sekolah, calon wirausahawan,
pelaku ekonomi, dan intansi pemerintah yang melakukan kegiatan usaha.
Asas-asas
kewirausahaan
1.
Kemampuan untuk berkarya dalam
kebersamaan berlandaskan etika bisnis yang sehat
2.
Kemauan bekerja secara tekun, teliti,
dan produktif
3.
Kemampuan memecahkan masalah dan
mengambil keputusan secara sistematis termasuk keberanian mengambil resiko
bisnis
4.
Kemampuan berkarya dengan semangat
kemandirian
5.
Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif
dan inovatif
Sasaran
Kewirausahaan
1.
Para generasi muda pada umumnya,
anak-anak putus sekolah dan calon wirausahawan
2.
Para pelaku ekonomi yang terdiri atas
para pengusaha kecil dan koperasi
3.
Instansi pemerintah yang melakukan
kegiatan usaha (BUMN), organisasi profesi, dan kelompok-kelompok masyarakat.
M.
Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993; 6-7 ) mengemungkakan
delapan karakteristik yang meliputi :
1.
Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha
yang dilakukannya.
2.
Lebih memilih risiko yang moderat.
3.
Percaya akan kemampuan dirinya untuk
berhasil
4.
Selalu menghendaki umpan balik yang
segera
5.
Berorientasi ke masa depan, perspektif,
dan berwawasan jauh ke depan
6.
Memiliki semangat kerja dan kerja keras
untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik .
7.
Memiliki ketrampilan dalam
mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah
8. Selalu
menilai prestasi dengan uang.
Wirausaha
selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak
setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Ia berani mengambil resiko
terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan artinya risiko yang di ambil
tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko
yang didukung oleh komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang
mencari peluang sampai ada hasil. Hasil-hasil ini harus nyata/jelas dan
objektif dan merupakan umpan balik bagi kelancaran kegiatannya. Dengan semangat
optimis yang tingggi karena ada hasil yang diperoleh, maka uang selalu
dikelolah secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya.
Dalam mencapai keberhasilannya,
seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. Dalam Enterpreneurship and
Small Enterprise Development Report (1986) yang dikutip oleh M. Scarborough dan
Thomas W. immerer 1993;5) dikemungkinan beberapa karakteristik kewirausahaan
yang berhasil,
Diantaranya memiliki ciri-ciri :
·
Proaktif, yaitu berinisiatif dan tegas
·
Berorientasi pada prestasi, yang
tercermin dalam padangan dan bertindak terhadap peluang, orientasi efisiensi,
mengutamakan kualitas pekerjaan, berencana, dan mengutamakan monitoring
·
Komitmen kepada orang lain, misalnya
dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis.