Senin, 26 September 2016

Kegetiran di Tanah Pasundan





(sumber: Google)

                Topik pemberitaan stasiun tv satu dan lainnya kini tertuju pada banjir bandang yang melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (20/09/2016).  Banjir bandang dan longsor ini salah satunya dipicu hujan deras sejak Selasa (20/9) pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pada pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar pukul 23.00 WIB banjir setinggi 1,5--2 meter. 


        
   Ada beberapa spekulasi yang menyebabkan terjadinya banjir bandang ini. Seperti halnya kelalaian manusia sebagai makhluk hidup. Kelalaian ini menyebabkan kegetiran bagi warga Garut yang mengalaminya. Tentu tidak bisa dibayangkan jika itu terjadi kepada kita. 

            Keinginan untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Hal ini berhubungan dengan sifat manusia secara umum yang tidak pernah merasa terpuaskan. Masyarakat merasa tidak cocok lagi dengan kebudayaan yang telah mereka miliki dan berusaha meningkatkan kualitas hidup mereka dengan menciptakan berbagai hal baru untuk mendapatkan tingkat kepuasan lebih tinggi. Hal-hal yang baru tersebut pada akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan kebutuhan dalam masyarakat. Gaya hidup manusia bisa membuat alam menjadi rusak. Sikap tak acuh untuk menanam pohon, dan membiarkan penebangan hutan dimana-mana. 
     
            Banyak dari mereka yang menjadi korban kehilangan tempat tinggal, kerabat terdekat, bahkan nyawa yang melayang. Bencana memang tidak pernah bisa terduga, bahkan saat sedang terlelap dengan pulas pun bisa terjadi.
       
             Fenomena banjir bandang yang melanda tanah Pasundan ini menjadi yang terbesar dan terparah dalam sejarah. Masalah lain yang menjadi penyebab diantaranya meluapnya sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri. Sungai Cimanuk dalam kondisi kritis dimana sudah terjadi pendangkalan dan sedimentasi. Peningkatan reboisasi juga perlu dilakukan, supaya meminimalisir terjadinya banjir. 
   
           Persoalan banjir bandang merupakan persoalan bersama yang harus dilakukan secara tepat dan baik.  Diperlukan kesadaran pada setiap individu untuk lebih memikirkan dan peduli terhadap lingkungan alam. Jika sudah terjadi bencana seperti halnya banjir bandang, barulah sadar akan pentingnya menjaga lingkungan itu sebuah pola pikir yang salah. Sepatutnya kita sudah menyadari sebelum bencana datang menghampiri.



DAFTAR PUSTAKA :






Tidak ada komentar:

Posting Komentar